Bagaimana Cara Mendidik Anak Agar Tidak Rasis?

Ilustrasi: anak & orang tuaIlustrasi: anak & orang tua

Sebagai penerus generasi, anak-anak lebih mudah terkecoh dengan hal-hal negatif. Tak jarang anak-anak yang cenderung superior suka menindas teman sendiri yang lebih lemah. Penyebabnya bukan hanya karena kuat lemahnya anak tersebut, namun rasisme yang tak sengaja ditularkan oleh orang dewasa kepada mereka. Lalu, bagaimana cara mendidik anak agar tidak terjebak rasisme?

Rasisme merupakan sebuah doktrin atau kepercayaan yang didasarkan pada perbedaan secara biologis pada ras manusia. Kebanyakan orang yang memiliki sifat rasis biasanya juga fanatik, bisa dibilang mereka enggan bergaul dengan orang atau kelompok yang berbeda dengan dirinya atau kelompoknya, baik secara fisik maupun budaya.[1]

Dilansir dari HuffPost, rasisme tidak hanya dialami oleh orang dewasa, bahkan tak jarang anak-anak terjebak dalam paham tersebut. Ada anak yang menganggap anak lain dengan perbedaan warna kulit tidak sepadan dengannya. Akibatnya, ada banyak hal negatif yang menyebabkan pertengkaran bahkan tindak kriminal. Agar tingkat rasis di kalangan anak-anak dapat menurun, tentunya Anda sebagai orang tua perlu mendidik mereka dengan cara yang tepat.

Beri Pengertian Rasisme pada Anak

Sebelum Anda mendidik anak agar tidak rasis, pastikanlah Anda sudah mengetahui seluk beluk rasisme. Pelajari segala hal tentang rasisme dari berbagai macam sumber yang relevan, akan lebih baik jika Anda mempelajari rasisme dari buku atau jurnal ilmiah. Setelah Anda benar-benar memahami rasisme, buatlah rangkuman dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna oleh anak-anak.

Baca juga:  Punya Kulit Berminyak? Berikut Rekomendasi Bedak Tabur Inez yang Cocok Untuk Anda
Ilustrasi: bergandengan tangan (sumber: today.com)

Ilustrasi: bergandengan tangan (sumber: today.com)

Ajak anak Anda untuk mengobrol seputar rasisme di kalangan anak-anak. Jika perlu, Anda bisa mencontohkan perilaku rasisme secara sederhana yang sering dialami dan dilakukan anak-anak. Setelah Anda memberikan contoh, berilah mereka pemahaman bahwa tindakan rasisme yang Anda berikan tersebut tidak patut dicontoh atau ditiru.

Berikan informasi tersebut dengan cara yang menarik dan dengan intonasi yang sedikit tinggi. Ini akan membuat anak-anak tidak bosan mendengarkan penjelasan Anda. Anak-anak yang memahami rasisme sejak dini akan lebih pintar dalam bersosialisasi dan terhindar dari perilaku rasisme.

Pergi ke Tempat Wisata Edukasi

Anak-anak suka sekali diajak berlibur atau jalan-jalan, dan karenanya ajaklah anak Anda pergi ke tempat edukasi yang menyediakan sarana pembelajaran budaya dari berbagai daerah. Di tempat tersebut, selain anak-anak bisa mempelajari setiap budaya daerah, Anda juga harus menjelaskan tentang buruknya rasisme.

Baca juga:  Alasan Pentingnya Membangun Attachment Sejak Dini Pada Anak

Mereka perlu mengetahui cara untuk berdampingan dengan orang-orang dari berbagai daerah. Dengan mengetahui budaya daerah dari tempat lain, ini akan mempermudah mereka bergaul dengan banyak orang. Selain terhindar dari rasisme, cara ini mampu meningkatkan rasa simpati dan empati terhadap budaya orang. Mereka juga akan belajar cara menghormati orang dengan ras yang berbeda.

Ilustrasi: tempat wisata edukasi rasisme

Ilustrasi: tempat wisata edukasi rasisme

Mengajarkan Arti Perbedaan

Perlu Anda ketahui, anak-anak juga memiliki sudut pandangnya sendiri saat melihat perbedaan. Ajari mereka untuk melihat perbedaan dari sisi yang baik. Anak-anak akan mudah memahami jika Anda mengajarkannya dengan sabar dan tidak terburu-buru. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan benda-benda di sekitarnya atau buku cerita.

Ajari juga bagaimana cara bergaul dengan orang yang memiliki perbedaan menonjol dengan dirinya. Sehingga, mereka tidak akan melihat perbedaan sebagai hal yang aneh baginya. Mereka justru akan merangkul perbedaan tersebut dan tidak mempermasalahkannya. Cara ini juga bermanfaat untuk membuat anak-anak menjadi lebih supel dan memiliki banyak teman.

Baca juga:  Rhinoplasty, Tren Operasi Kosmetik Untuk Perbaiki Penampilan Hidung

Tidak Memberi Penilaian pada Orang

Pelajaran yang paling mudah bagi anak-anak adalah meniru tindakan orang tuanya. Bagi Anda yang memiliki hobi menggosip atau memberi penilaian pada orang secara fisik atau materi, sebaiknya tidak dilakukan di hadapan anak-anak. Bisa jadi mereka akan menirunya dan terjerumus dalam rasisme.

Secara tidak sengaja, ketika Anda memberi penilaian pada orang, Anda akan menilainya dari segi fisik, termasuk ras. Inilah yang berbahaya bagi anak-anak, dan sebaiknya Anda berhenti dari hobi tersebut. Selain itu, beri pengertian pada anak Anda agar tidak memberi penilaian pada orang dari segi fisik, materi, dan ras. Sehingga, anak-anak tidak akan melihat orang dari luarnya. Ini akan membuat mereka mudah mencari teman yang baik.

[1] Soebarkah, Noris. 2014. Perilaku Rasis di Game Online: Studi Deskriptif tentang Perilaku Rasis Gamers di Surabaya (Skripsi). Program Studi Sosiologi Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: