Awas, Merkuri pada Krim Pemutih Kulit Bisa Rusak Saraf

Ilustrasi: wanita memakai pemutih kulit (sumber: realsimple.com)Ilustrasi: wanita memakai pemutih kulit (sumber: realsimple.com)

Sebagian besar orang ingin memiliki kulit yang putih dan mulus, apalagi jika Anda adalah wanita. Banyak cara yang dilakukan demi memutihkan kulit. Mulai dari mencoba perawatan mahal hingga menggunakan krim pemutih kulit murah yang beredar di pasaran. Meskipun begitu, tahukah Anda bahwa krim pemutih kulit tersebut berbahaya dan dapat merusak saraf?

Merkuri pada Krim Pemutih Kulit

Jika belum, Anda perlu mengetahui bahwa tidak semua produk pemutih kulit dengan harga yang murah dan embel-embel dapat memutihkan kulit dalam 7 hari itu baik. Produk pemutih kulit dengan bahan kimia dan dapat mencerahkan kulit dalam waktu singkat pastinya perlu dicurigai, terutama bahan pembuatan krim dan efek samping penggunaan.

Sebelum Anda membeli suatu produk kecantikan, terutama krim pemutih kulit, pastikan bahwa Anda mengetahui semua kandungan produk. Lihatlah bagian belakang produk secara cermat, dan simak apakah produk mengandung zat berbahaya atau tidak. Salah satu bahan pemutih yang terdapat dalam produk krim berbahaya, dan menjadi momok di dunia kecantikan maupun medis, adalah merkuri.

Merkuri sendiri merupakan salah satu zat yang banyak ditemukan di alam, termasuk logam, bijih tambang, batuan, dan masih banyak lagi. Merkuri atau yang dikenal dengan nama air raksa ini merupakan salah satu zat berbahaya, terdiri dari dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Kebanyakan krim pemutih berbahaya menggunakan merkuri jenis organik.

Baca juga:  Diet DASH, Cara Terbaik Untuk Makan Makanan yang Sehat dan Lezat
Ilustrasi: zat merkuri cair (sumber: sott.net)

Ilustrasi: zat merkuri cair (sumber: sott.net)

Merkuri jenis organik yang ada dalam krim dapat membuat produksi melanin dalam kulit menjadi berkurang secara drastis dan menghambat pigmentasi kulit. Inilah alasan mengapa Anda bisa putih dengan cepat saat menggunakan produk kecantikan seperti itu. Memang hasilnya akan bagus, terutama di kulit wajah. Setelah beberapa hari menggunakan krim dengan kandungan merkuri organik, kulit wajah akan putih, cerah, bersih dan halus, bahkan dalam kondisi tertentu, jerawat pun hilang.

Meskipun begitu, di balik keindahan yang Anda alami, ada efek samping yang harus Anda hadapi. Penggunaan merkuri pada kulit dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, infeksi, dan yang lebih parah adalah kerusakan sistem saraf hingga kematian. Selain itu, krim pemutih ini juga memiliki efek samping berupa ketergantungan. Jika Anda berhenti menggunakan krim, maka wajah akan kembali seperti semula, bahkan bisa jadi lebih parah. Dalam artian, kulit menjadi gelap dan pada beberapa kasus, ditemukan jerawat.

Kasus seperti ini tak jarang membuat sebagian besar pengguna krim pemutih kulit dengan merkuri kebingungan. Jika mereka menghentikan pemakaian kulit, wajah mereka tidak akan cantik lagi. Namun, jika mereka tetap menggunakannya, ada banyak bahaya yang harus mereka hadapi. Untuk itu, ada baiknya Anda tidak menggunakan krim seperti ini sejak awal.

Baca juga:  Kulit Wajah Terganggu Komedo Hitam, Begini Cara Menghilangkannya!

Anda bisa menggunakan krim pencerah yang tidak memiliki kandungan merkuri. Sebaiknya, Anda menggunakan krim herbal. Jenis krim herbal seperti ini memang memiliki efek pemutih cukup lama. Meskipun begitu, Anda tidak akan menghadapi risiko efek samping yang dapat memperburuk kesehatan Anda, termasuk merusak saraf.

Krim Pemutih dengan Merkuri dapat Merusak Saraf

Sebuah produk krim pemutih kulit dari Meksiko yang mengandung merkuri dikabarkan membuat seorang wanita California mengalami kerusakan sistem saraf pusat. Kondisinya yang parah diketahui dokter saat tahap pemeriksaan awal. Kerusakan saraf yang dialaminya membuat ia harus menjalani rawat inap selama berminggu-minggu.

Dilansir dari WebMD, wanita tersebut telah menggunakan krim pemutih kulit dengan kandungan merkuri selama beberapa minggu terakhir sebelum pemeriksaan. Pada minggu pertama dirawat, wanita tersebut harus mengonsumsi makanan melalui tabung khusus untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Ia sudah tidak bisa lagi menggunakan mulutnya dengan baik untuk makan atau sekadar berbicara.

Ilustrasi: produk krim pemutih (sumber: allure.com)

Ilustrasi: produk krim pemutih (sumber: allure.com)

Krim pemutih wajah yang ia gunakan merupakan krim dengan kandungan merkuri organik yang disebut methylmercury. “Kebanyakan krim pemutih kulit yang berbahaya sengaja ditambahkan bahan merkuri anorganik. Namun, dalam kasus ini, pasien menggunakan produk pemutih kulit yang mengandung merkuri organik, yang jauh lebih beracun,” kata Dr. Paul Blanc, peneliti dari Universitas. California, San Francisco (UCSF).

Merkuri organik dapat menyebabkan kerusakan parah pada sistem saraf pusat. Gejala awal yang dialami pasien saat mengalami kerusakan sistem saraf, yaitu melemasnya otot pada bahu dan lengan. Setelah dua minggu dirawat di rumah sakit, pasien tersebut mulai mengalami gangguan pada penglihatan, gaya berjalan yang tidak stabil, dan kesulitan berbicara.

Baca juga:  Apakah Diet yang Dipersonalisasi Baik untuk Penderita Diabetes?

Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, dokter melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes darah dan urine. Dari hasilnya, memang benar wanita tersebut mengalami keracunan merkuri akibat penggunaan krim pemutih berbahaya. Sebagai solusi dan tindakan medis lanjutan, wanita itu menjalani terapi khelasi. Ini merupakan pengobatan untuk mengatasi keracunan logam berat, tetapi kondisinya tidak membaik. Akhirnya, ia dipindahkan ke UCSF, dan tes menemukan bahwa krim kulit yang dia gunakan mengandung methylmercury.

“Keracunan sistem saraf pusat, seperti dalam kasus ini, adalah ciri khas merkuri organik, yang biasanya muncul setelah berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah penggunaan,” kata Blanc. “Sayangnya, terapi khelasi, yang efektif dalam keracunan merkuri anorganik, belum terbukti efektif untuk metil merkuri.”

Dari kasus tersebut, Anda bisa memahami bahwa tidak semua jenis krim pemutih yang beredar di pasaran baik untuk digunakan. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya Anda menghindari krim yang diklaim mampu membuat kulit Anda putih dalam waktu singkat. Gunakanlah krim yang memang terbukti aman untuk digunakan dan tidak memiliki efek samping.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: