Tidak Hanya Putih, Warna Asi Bisa Bervariasi dan Apa Artinya?

Ilustrasi: ibu menyusui bayi (sumber: nytimes)Ilustrasi: ibu menyusui bayi (sumber: nytimes)

Sebagai sumber nutrisi utama bayi hingga usia enam bulan, ASI (Air Susu Ibu) mengandung sekitar 500 jenis nutrisi, sedangkan susu formula hanya memiliki 40 jenis nutrisi.[1] Tak heran jika banyak ibu yang lebih memilih memberikan ASI pada si kecil daripada membelikannya susu formula. Namun, tahukah Anda jika warna ASI bervariasi. Tidak hanya putih atau krem, lalu apa arti warna pada ASI?

Penyebab Warna ASI Bervariasi

“Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi warna ASI seseorang,” kata Johanna Sargeant, konsultan laktasi bersertifikat internasional dalam HuffPost. “Salah satu hal yang menakjubkan tentang ASI adalah bahwa cairan ini dinamis, terus berubah untuk beradaptasi dengan kebutuhan anak Anda sepanjang masa menyusui.”

ASI dari sesi pemompaan pagi hari dapat terlihat berbeda dengan ASI yang dipompa di malam hari. Selain itu, ASI dari dua hari pascapersalinan kemungkinan akan berbeda dari ASI dua bulan atau bahkan dua tahun kemudian.

“Sebagian besar perbedaan warna dalam situasi ini disebabkan perubahan kandungan lemak dan air dalam ASI,” tambah Sargeant. “Warnanya juga tergantung pada diet dan kondisi biologis ibu.”

Memang, warna ASI cenderung berubah berdasarkan makanan atau obat yang dikonsumsi orang pada masa menyusui. Namun, bukan berarti kualitasnya berubah, jadi jangan langsung membuang ASI yang berbeda dari sesi pemompaan sebelumnya.

Baca juga:  Anak Anda Susah Minum Air Putih? Pahami Penyebab dan Solusinya!

“Susu dapat berubah warna pada masa-masa awal karena transisi dari kolostrum ke susu matang,” kata konsultan laktasi bersertifikat internasional, Leigh Anne O’Connor. “Dalam kebanyakan kasus, sangat aman bagi bayi dan balita untuk mengonsumsi susu dengan warna beragam. Saat menyusui langsung, warna ASI tidak terlihat jadi tidak masalah.”

Meskipun biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetap menarik untuk mempertimbangkan alasan warna ASI yang berbeda. Para ahli laktasi telah menguraikan berbagai warna ASI.

Variasi Warna ASI dan Artinya

Ilustrasi: variasi warna air susu ibu (sumber: verywellfamily)

Ilustrasi: variasi warna air susu ibu (sumber: verywellfamily)

Kekuning-Kuningan

“ASI pertama yang didapat bayi Anda juga disebut kolostrum, meskipun sebenarnya itu adalah sejenis susu,” kata Sargeant. “ASI kental ini sering berwarna kuning cerah atau oranye, yang berasal dari beta-karoten tingkat tinggi, yang penting untuk kesehatan sel dan merupakan prekursor vitamin A.”

Saat Anda berkembang melampaui hari-hari awal pascapersalinan, ASI Anda yang matang terkadang juga tampak kekuningan. Warna sedikit kuning juga bisa menjadi indikasi bahwa kandungan lemak ASI lebih tinggi. Selama sesi pemompaan atau menyusui, susu pertama yang keluar dikenal sebagai foremilk, dan susu berikutnya disebut hindmilk. Sementara foremilk umumnya lebih tinggi laktosa, hindmilk lebih berlemak dan karenanya lebih cenderung terlihat kekuningan.

Baca juga:  Pentingnya Komunikasi Keluarga & Hubungannya Terhadap Kecenderungan Anak Konsumsi Zat Terlarang

Kehijauan

“Warna ASI bisa berubah tergantung apa yang Anda makan,” kata penulis parenting dan konsultan laktasi bersertifikat internasional Wendy Wisner. “Jika Anda banyak makan sayuran hijau, minum minuman energi dengan pewarna hijau, atau mengonsumsi banyak suplemen herbal, itu bisa menjadi penyebabnya.”

Memang, pewarna buatan dalam minuman olahraga dan minuman lain dapat mengubah warna ASI menjadi beragam, termasuk warna hijau. Begitu juga dengan konsumsi rumput laut, spirulina, atau multivitamin tertentu. Obat-obatan seperti nifedipine, yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan nyeri dada, mungkin juga memiliki efek warna hijau pada ASI.

Kebiruan

Seperti rona hijau, ASI mungkin tampak lebih kebiruan jika ibu minum minuman energi berwarna biru. Namun, ada alasan lain yang lebih umum.

“Susu yang sangat jernih dan berwarna kebiruan biasanya adalah susu yang memiliki proporsi air, protein, dan gula yang lebih tinggi, dengan persentase lemak yang lebih rendah,” jelas Sargeant. “Warna biru diduga berasal dari kasein, protein yang ditemukan dalam susu.”

Kemerahan atau Merah Muda

Beberapa obat, seperti antibiotik rifamycin dan clofazimine, telah dilaporkan membuat ASI berwarna merah muda atau kemerahan. Pewarna makanan dan makanan tertentu mungkin memiliki efek yang sama, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak.

Baca juga:  Efek Samping dan Cara Membuat Masker Susu Dancow, Beneran Bisa Bikin Putih?

“Bit dapat mengubah warna ASI menjadi kemerahan atau merah muda,” kata Wisner. “Alasan lain untuk susu kemerahan bisa dari darah luka pada puting yang bercampur dengan ASI.”

Kecoklatan atau Kehitaman

Cokelat atau hitam mungkin terasa seperti warna yang lebih mengganggu untuk dilihat di ASI Anda, tetapi yakinlah, ada penjelasan normal untuk warna ini.

“Sesuatu yang disebut sindrom pipa berkarat (rusty pipe syndrome) dapat membuat ASI terlihat kecoklatan,” jelas Wisner. “Sindrom ini umum terjadi pada kolostrum dan terjadi selama beberapa hari pertama menyusui, saat saluran Anda membesar, dan sedikit darah dilepaskan.”

Sementara itu, ASI yang berwarna hitam biasanya disebabkan obat-obatan. Antibiotik Minocin telah diketahui mengubah ASI menjadi hitam. Nah, jika Anda diberi resep antibiotik minocycline atau obat apapun, tanyakan kepada dokter Anda apakah aman dikonsumsi saat menyusui.

[1] Falikhah, Nur. 2014. ASI dan Menyusui (Tinjauan Demografi Kependudukan). Jurnal Ilmu Dakwah IAIN Antasari, Vol. 13(26): 31-46.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: