Aplikasi Pesan Terenkripsi Terbaik untuk Android dan iOS

Ilustrasi: berkirim pesan singkat (unsplash: Priscilla du Preez)Ilustrasi: berkirim pesan singkat (unsplash: Priscilla du Preez)

Keamanan data saat mengirim pesan atau chatting menjadi hal yang sangat penting dan bersifat pribadi. Namun, masih banyak orang tidak bertanggung jawab yang membajak data yang bersifat pribadi. Untungnya, saat ini sudah ada beberapa aplikasi pesan atau chatting dengan keamanan terenkripsi yang diklaim sebagai aplikasi terbaik.

Untuk diketahui, tidak semua aplikasi chatting bawaan gadget itu bersifat privat dan aman, sehingga kadang orang bisa mengakses data pribadi Anda melalui aplikasi tersebut saat membagikan pesan dengan orang lain. Hal ini cukup berbahaya, apalagi jika yang mengakses memiliki niat buruk. Banyak kegiatan yang akan menimbulkan risiko bila informasi yang sifatnya sensitif dan berharga diakses oleh orang-orang tidak berhak.

Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan data supaya tidak disalahgunakan orang lain adalah dengan metode enkripsi.[1] Saat ini, sudah ada banyak aplikasi berpesan yang aman dan dilengkapi dengan enkripsi, tetapi kebanyakan hanya dipakai oleh perusahaan besar dan orang-orang tertentu. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang keamanan data saat chatting inilah yang membuat banyak oknum memanfaatkan data mereka.

Nah, bagi Anda yang tidak ingin menjadi korban penyalahgunaan data secara tidak sadar akibat mengirim pesan, Anda bisa mulai mengganti aplikasi chatting Anda. Berikut ini adalah aplikasi chatting yang diklaim aman, anti-bocor, dan terbaik untuk mengirim pesan, seperti yang dilansir dari allure.

Baca juga:  Urutan Melakukan Skincare Malam, Pakai Masker Dulu atau Toner Dulu?

Signal

Signal dikembangkan sebuah perusahaan software developer bernama Open Whisper Systems. Ini  adalah salah satu aplikasi obrolan terenkripsi end-to-end yang cukup terkenal di kalangan pengguna iOS dan Android. Meskipun Anda perlu mendaftarkan nomor telepon pribadi untuk membuat akun Signal, informasi lain tentang Anda, seperti nama dan profil pribadi telah dienkripsi end-to-end.

Selain itu,  pesan dan panggilan video yang Anda lakukan di-enkripsi secara end-to-end. Jika perlu, Anda juga dapat mengatur percakapan yang memuat informasi sangat sensitif terhapus dengan sendirinya setelah dibaca atau dibalas.

Sayangnya, Signal tidak menyimpan data mengenai pesan-pesan yang tersimpan dalam gadget Anda atau yang dikenal dengan metadata jika jumlahnya terlalu banyak, karena bisa membuat aplikasi error atau mengalami gangguan. Hal ini membuat penggunanya mampu memakai Signal dalam jangka waktu yang lama.

Terbilang sangat aman, semua data pengguna Signal tidak berpotensi terekspos dan dapat diidentifikasi dengan mudah, bahkan oleh sistem yang canggih. Selain itu, dengan fitur terbarunya, aplikasi ini mampu memburamkan wajah dalam video dan foto yang dapat berguna untuk melindungi penggunanya.

Ilustrasi: aplikasi perpesanan (unsplash: Adem Ay)

Ilustrasi: aplikasi perpesanan (unsplash: Adem Ay)

Viber

Viber dikembangkan perusahaan Jepang bernama Rakuten. Aplikasi ini mampu mengenkripsi obrolan individu dan grup secara default. Obrolan suara dan video juga di-enkripsi secara end-to-end, sedangkan informasi yang bersifat terlalu sensitif dapat secara otomatis hilang setelah dibaca atau dibalas. Meskipun Viber mengimplementasikan konsep enkripsi yang sama dengan Signal, kodenya lebih  bersifat pribadi.

Baca juga:  Sederet Makanan Rendah Kalori yang Mengenyangkan, Cocok Untuk Diet

Untuk membuat akun Viber, calon pengguna harus menyiapkan nomor telepon dan email pribadinya. Viber akan menyimpan informasi pendaftaran ini dan informasi akun lain yang mungkin Anda berikan. Viber juga menyimpan berbagai informasi terkait aktivitas Anda di aplikasi. Ini dapat mencakup informasi yang terkait dengan panggilan dan pesan Anda, seperti siapa yang menelepon, mengirim pesan, dan waktu chatting atau telepon dan inilah yang disebut metadata. Aplikasi ini sudah bisa Anda unduh di App Store atau Google Playstore.

Telegram

Telegram merupakan layanan pesan yang didirikan pengusaha Rusia bernama Pavel Durov. Aplikasi ini juga menawarkan enkripsi end-to-end, tetapi tidak secara default. Untuk melindungi pesan Anda dengan enkripsi end-to-end di Telegram, Anda harus mengaktifkan obrolan rahasia. Obrolan ini tidak meninggalkan jejak di server aplikasi, mendukung pesan yang dapat rusak sendiri, dan tidak mengizinkan penerusan pesan. Untuk mendaftar Telegram, Anda hanya perlu menyiapkan nomor telepon dan data akun dasar lainnya yang nantinya disimpan aplikasi.

Baca juga:  Keluarga Tidak Terabaikan, Ini Tips Sukses WFH untuk Ibu Rumah Tangga

Dalam beroperasi, Telegram mendukung autentikasi two-factor authentication (2FA). 2FA adalah lapisan keamanan ekstra yang berfungsi untuk memverifikasi identitas Anda saat Anda masuk ke akun online. Setelah memasukkan nama pengguna dan kata sandi, 2FA mengharuskan Anda untuk memberikan informasi lain. Ini adalah cara yang baik untuk mempertahankan diri dari potensi peretasan.

Sebagai tambahan, untuk pengguna Android, biasanya semua data dan informasi chatting yang dilakukan pada gadget sudah dilengkapi dengan enkripsi end-to-end secara otomatis. Namun, khusus untuk pengguna iPhone berbasis iOS, penting untuk memperhatikan bahwa enkripsi end-to-end sudah dinyalakan atau belum. Ini berfungsi untuk melindungi percakapan iMessage dan FaceTime. Jika mau, Anda juga dapat memilih pengaturan untuk menghapus pesan secara otomatis setelah 30 hari atau setahun pada iPhone.

[1] Pratiwi & Dwi Atmodjo WP. 2016. Peningkatan Keamanan Data dengan Metode

Cropping Selection Pseudorandom. Jurnal TICOM IKPIA Perbanas Jakarta, Vol. 4(3): 132-138.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: