Apakah Yang Dimaksud Dengan Angka Kematian Ibu?

angka, kematian, ibu, melahirkan, operasi, caesar, di, seluruh, dunia, indonesia, amerika, wanita, kondisi, medis, pendarahan, kehamilan, persalinan, data, statistik, yogyakarta, dukungan, sosial, keluarga, pasangan, maternal, mortality, ratePerut buncit ibu hamil

Beredarnya panduan baru dari World Health Organization (WHO) bertujuan untuk membantu mengurangi angka operasi caesar di seluruh dunia. Meskipun operasi tersebut kadang penting untuk alasan medis, namun melahirkan secara cesar sering dikaitkan dengan risiko kesehatan jangka pendek dan panjang bagi ibu dan anak.

Pada Juni 2018, Serena Williams menghadiri Vanity Fair, dan ia bercerita mengenai perjalanannya menjadi seorang ibu, termasuk cerita tentang bagaimana ia hampir saja meninggal pasca melahirkan. Di bulan September 2018, Beyonce, mengakhiri wawancaranya dengan majalah Vogue dengan ceritanya mengenai perawatan pasca melahirkan yang ia dapatkan. Perawatan itu hampir saja membuat Beyonce mengalami kejang dan stroke.

Di Amerika, sepanjang musim panas, pada majalah-majalah yang terbit di negara tersebut, berita mengenai ancaman kematian setelah melahirkan telah menjadi topik yang hangat. Neel Shah, seorang dokter kandungan dan juga peneliti tentang kehamilan mengatakan ia telah banyak membaca artikel yang ada.

Shah bercerita tentang bagaimana cerita di tentang sistem kesehatan, kebijakan, dan masyarakat secara luas. Sebagai seorang dokter kandungan, ia telah mencoba menjelaskan kepada pasiennya tentang bagaimana hal-hal tersebut berpengaruh kepada diri pasien.

Apa Itu Angka Kematian Ibu?

Ilustrasi: Pengertian angka kematian ibu hamil

Pengertian Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate) adalah jumlah kematian ibu akibat dari proses kehamilan, persalinan dan pasca persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa tertentu. Angka itu menjadi pengukuran risiko kematian wanita yang berkaitan dengan peristiwa kehamilan.

Kematian ibu adalah kematian wanita dalam masa kehamilan, persalinan dan dalam masa 42 hari (6 minggu) setelah berakhirnya kehamilan tanpa memandang usia kehamilan maupun tempat melekatnya janin, oleh sebab apapun yang berkaitan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau pengelolaannya, bukan akibat kecelakaan.

Kematian ibu dikelompokkan menjadi dua yaitu kematian sebagai akibat langsung kasus kebidanan dan kematian sebagai akibat tidak langsung kasus kebidanan yang disebabkan penyakit yang sudah ada sebelumnya, atau penyakit yang timbul selama kehamilan dan bukan akibat langsung kasus kebidanan, tetapi diperberat oleh pengaruh fisiologi kehamilan. Kematian wanita hamil akibat kecelakaan (misalnya kecelakaan mobil) tidak digolongkan sebagai kematian ibu.

Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu melahirkan dan masa nifas.

Beberapa determinan penting yang mempengaruhi AKI secara langsung antara lain status gizi, anemia pada kehamilan. Faktor mendasar penyebab kematian ibu maternal adalah tingkat pendidikan ibu, kesehatan lingkungan fisik maupun budaya, ekonomi keluarga, pola kerja rumah tangga.

Apa Yang Ditampilkan Oleh Data Statistik?

Statistik kematian ibu hamil dunia (sumber: doctors.am)

Pada tahun 1990, ada sekitar 17 kasus angka kematian ibu untuk setiap 100.000 wanita hamil di Amerika Serikat. Meskipun masih jarang pada saat itu, namun angkanya semakin bertambah sejak saat itu hingga 25 tahun ke depan. Peningkatan angka tersebut mengindikasikan adanya masalah keamanan dalam hal persalinan.

Kemudian, di tahun 2015, pada 100.000 kasus ibu hamil, setidaknya ada 26 kasus kematian yang tercatat. Hal itu jika dibandingkan dengan orang tua (ibu) para wanita itu sendiri, wanita di Amerika sekitar 50 persen lebih mungkin meninggal saat melahirkan. Risiko yang dihadapi secara konsisten tiga hingga empat kali lebih tinggi untuk wanita kulit hitam daripada kulit putih, terlepas dari jenjang pendidikan dan pendapatan.

Selain itu, di setiap kasus kematian ibu, ada kondisi yang terkait dengan kehamilan seperti tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah, sehingga menyebabkan setidaknya ada sekitar 100 ibu mengalami luka berat. Untuk setiap cedera parah, puluhan ribu wanita menderita penyakit fisik dan mental, serta ibu yang mengalami kurangnya dukungan dari lingkungan seperti dari orang tua atau pasangan.

Tidak hanya di Amerika, di negara lain pun angka kematiannya masih cenderung meningkat. Contohnya saja di Indonesia. Seperti di Kota Yogyakarta, Yayasan Inisiatif Perubahan Akses Menuju Sehat (Ipas) Indonesia memberikan dukungan kepada pemerintah setempat untuk melakukan upaya demi menurunkan angka kematian ibu di kota tersebut.

Ipas Indonesia berharap ada gerakan yang dilakukan demi meningkatkan kemampuan teknis tenaga medis dan kesadaran masyarakat. Dukungan Ipas ini turut disambut baik Pemkot Yogyakarta.

Penyuluhan untuk kehamilan sehat oleh dinas kesehatan (youtube: Puskesmas Sindang Majalengka)

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menilai, tidak mudah memberikan pengertian masyarakat pentingnya menjaga kehamilan yang sehat. Apalagi, banyak faktor pendukung kehamilan dan persalinan yang baik. Hal itu berarti bahwa tidak melulu soal kesiagaan tenaga medis dan alat-alatnya. Karenanya, ia berharap, kerja sama Pemkot Yogyakarta dan Ipas ini mampu menurunkan angka kematian ibu di Kota Yogyakarta secara signifikan.

Menurut Heroe, upaya yang dilakukan demi menurunkan angka kematian ibu dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi perempuan terintegrasi dalam rangka mendukung pembangunan di bidang kesehatan di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini mengatakan, pada 2016 lalu target kasus kematian ibu melahirkan tiap 100 ribu kelahiran hidup kurang dari 102 persen. Tapi, angka kematian ibu melahirkan justru tinggi. Angkanya malah mencapai 104,14 persen. Selain angka kematian ibu melahirkan masih tinggi, angka kematian bayi dinilai masih cukup tinggi. Pada 2016, ada 30 kematian dari 3.841 kelahiran hidup di Yogyakarta.

Kematian seorang ibu merupakan kondisi kematian di mana wanita memiliki keadaan darurat medis seperti pendarahan saat persalinan. Walaupun angka kematian saat melahirkan masih terbilang sedikit. Namun sebaliknya, empat dari lima kematian yang terjadi itu ada pada saat beberapa minggu dan bulan sebelum serta sesudah melahirkan. Peristiwa kematian ibu menunjukkan banyaknya kegagalan, tidak hanya karena alasan kesehatan, tetapi juga perihal dukungan sosial yang diperlukan wanita.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: