Apakah Tretinoin Berbahaya? Ini Sederet Efek Samping yang Perlu Anda Tahu

Ilustrasi: krim dengan kandungan tretinoin (sumber: theskincareedit.com)Ilustrasi: krim dengan kandungan tretinoin (sumber: theskincareedit.com)

Beberapa obat atau cream jerawat yang beredar di pasaran ada yang memasukkan bahan tretinoin di dalam formulanya. Zat satu ini diketahui cukup efektif untuk mengatasi jerawat, bintik-bintik hitam, hingga kerutan halus. Namun demikian, sebagian orang banyak yang khawatir apakah penggunaan zat tretinoin dalam jangka panjang menimbulkan efek samping yang berbahaya?

Tretinoin adalah antioksidan yang kuat dan dijual di Inggris dalam bentuk krim berkadar 0,05% di bawah nama dagang Retinova. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan tretinoin tidaklah sama dengan memakan vitamin A.[1]

Tretinoin, di bawah nama dagang Retin-A, juga digunakan secara luas untuk perawatan jerawat pada kulit remaja, dan terbukti sangat efektif. Obat ini telah digunakan oleh lebih dari sejuta orang dengan hasil yang baik.[2] Selain dalam wujud topikal (obat oles), ada juga tretinoin yang digunakan secara oral (obat minum).

Dilansir dari Alodokter, tretinoin topikal tergolong obat retinoid yang bekerja dengan memengaruhi pertumbuhan sel-sel kulit dengan membuat lapisan kulit mengelupas layaknya treatment peeling di klinik kecantikan. Cara kerja semacam itu juga dapat membantu membuka pori-pori kulit yang tersumbat.

Baca juga:  Beberapa Alas Bedak Wardah Untuk Kulit Berminyak

Dosis dan Aturan Pakai Tretinoin

Krim atau obat yang mengandung tretinoin biasanya tergolong obat keras yang memerlukan resep dokter untuk meminimalisir risiko efek samping. Secara umum, untuk mengatasi jerawat bisa menggunakan krim, gel, atau lotion dengan kandungan sekitar 0,01-0,05% tretinoin. Ambil obat secukupnya dengan ujung jari, lalu oleskan ke area wajah yang berjerawat sekali sehari pada malam hari atau sebelum tidur.

Sedangkan untuk mengatasi kulit kasar, berkerut, dan bintik-bintik hitam (hiperpigmentasi), bisa menggunakan krim dengan kandungan 0,02-0,05% tretinoin. Oleskan krim tretinoin ke area wajah yang terkena, sekali sehari pada malam hari atau sebelum tidur.

Peringatan & Perhatian Penggunaan Tretinoin

Ilustrasi: memakai krim untuk jerawat (sumber: wallgreens.com)

Ilustrasi: memakai krim untuk jerawat (sumber: wallgreens.com)

  • Jangan menggunakan tretinoin topikal apabila Anda memiliki alergi terhadap obat ini atau obat lain yang mengandung retinoid dan vitamin A. Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap ikan.
  • Beri tahu dokter bila Anda sedang mengalami masalah kulit seperti eksim, dermatitis, atau actinic keratosis.
  • Beri tahu dokter bila Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat kanker kulit.
  • Sebaiknya hindari paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama dan selalu gunakan pelindung kulit, seperti pakaian tertutup atau tabir surya, selama menjalani pengobatan dengan tretinoin topikal. Pasalnya, tretinoin dapat menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Oleskan tretinoin topikal ke area kulit yang ingin diobati. Jangan mengoleskan tretinoin ke area kulit yang terbakar sinar matahari atau pada luka terbuka.
  • Apabila Anda sedang menggunakan produk lainnya yang mengandung sulfur, resorsinol, atau asam salisilat, tunggu sampai efek produk tersebut berkurang sebelum menggunakan produk dengan kandungan tretinoin.
  • Beri tahu dokter bila Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter terkait obat-obatan yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal.
  • Segera temui dokter apabila terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan tretinoin topikal.
Baca juga:  Rekomendasi Bedak Emina untuk Kulit Berminyak

Bahaya & Efek Samping Tretinoin

Pemakaian krim atau salep tretinoin mungkin menimbulkan beberapa efek samping yang berbahaya seperti bertambahnya luka pada jerawat, sensasi hangat atau tersengat pada kulit wajah, kulit gatal, bengkak, kemerahan, kering, mengelupas, warna kulit menjadi lebih gelap atau lebih terang pada area yang diolesi oleh obat tretinoin.

Pabrik pembuat juga telah berulang kali memperingatkan bahwa obat tretinoin, yang juga bisa diberikan secara oral (ditelan) dapat menimbulkan cacat lahir atau bahkan kematian pada janin, dan melarang penggunaan obat ini untuk wanita yang sedang hamil. Meskipun demikian, masih juga dilaporkan adanya sejumlah cacat lahir pada janin yang dilahirkan oleh ibu yang menggunakan obat ini. Tentu saja tidak ada cara yang positif (pasti) untuk menentukan apakah cacat lahir ini disebabkan oleh tretinoin.[3]

Baca juga:  Produk Perawatan La Tulipe Untuk Kulit Berminyak Beserta Harganya

[1] Youngson, R. 2005. Antioksidan: Manfaat Vitamin C dan E Bagi Kesehatan. Terjemahan oleh: Susi P. Lilian J, editor. Jakarta: Arcan, hlm 62.

[2] Ibid., hlm 63.

[3] Ibid.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: