Apakah Kuret Itu Sakit? Bagaimana Prosedurnya?

Ilustrasi: konsultasi dokter (sumber: mooimom.id)

Kuret biasanya menjadi prosedur yang dianjurkan untuk para wanita yang baru saja keguguran. Kuret atau kuretase adalah prosedur medis yang relatif aman apabila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Namun demikian, sebagian wanita mungkin masih resah dan bertanya-tanya, apakah kuret itu sakit?

Kuret atau D&C (Dilatation and Curettage) adalah operasi kecil yang biasa dilakukan untuk menekan penyebab haid berat, dan dalam beberapa kasus bisa mengatasi masalah tersebut. Teknik ini juga digunakan untuk memeriksa kemandulan dan keguguran kehamilan pada tahap dini. Kuret dilakukan dengan pembiusan menyeluruh. Mulut leher rahim diperlebar (didilatasi) dan dinding rahim disayat dengan alat yang bernama curet. Sayatan ini kemudian diperiksa di laboratorium.[1]Kuretase atau kuret adalah operasi kecil yang dilakukan sekitar 15 menit. Prosedurnya sebagai berikut.

Prosedur Kuret

  1. Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan masih adanya jaringan yang tertinggal di dalam rahim.
  2. Ibu akan diminta rawat inap sehari sebelum pelaksanaan kuret.
  3. Selama dirawat, ibu akan: diambil darah untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk kelancaran operasi, seperti golongan darah dan rhesus, laju endap darah, dan waktu pembekuan; dicukur rambut kemaluan; diminta puasa 12 jam sebelum operasi dilaksanakan. Minum air putih masih diperbolehkan, tetapi ibu tidak boleh makan. Biasanya diminta mulai puasa makan jam 10 malam.
  4. Pada hari operasi, ibu diminta siap mental dan bertanya tentang hal yang membuatnya tidak tenang. Untuk itu, tanyalah ke perawat semua hal yang ingin diketahui.
  5. Saat masuk ke ruang operasi, ibu akan diinfus dan memakai baju operasi tanpa pakaian dalam.
  6. Ibu akan dibius dengan cara menyuntikkan obat bius ke selang infus. Operasi berlangsung 15 menit. Setelah operasi, ibu dibawa ke ruang pemulihan sampai sadar kembali.
  7. Dua sampai tiga jam setelah operasi, ibu sadar dan dibawa ke ruang rawat lagi.
  8. Perawat akan mengamati kondisi ibu apakah terjadi demam, perdarahan yang banyak, atau apakah infus sudah bisa dilepas. Perawat akan mengambil darah di lengan untuk mengetes kadar Hb.
  9. Esoknya ibu diperbolehkan pulang, terutama jika kadarHbnya normal.
  10. Haid akan muncul lagi paling lama sebulan setelah operasi. Ibu diperbolehkan hamil lagi setelah 3-4 kali haid atau 3-4 bulan lagi sejak tanggal operasi, yaitu setelah lapisan dalam rahim normal kembali.[2]
Ilustrasi: prosedur kuret (sumber: mhomecare.co.id)

Ilustrasi: prosedur kuret (sumber: mhomecare.co.id)

Apakah Kuret Itu Sakit?

Setelah operasi, mungkin terjadi perdarahan selama beberapa hari, dan akan timbul rasa sakit di punggung dan/atau di bawah perut. Pasien dianjurkan agar tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan tampon selama seminggu atau lebih.[3]

Baca juga:  Studi: Bukti Baru Obesitas Dapat Tingkatkan Risiko Kematian

Dilansir dari SehatQ, kuret sebenarnya tak terlalu menyakitkan lantaran prosedurnya dilakukan dengan anestesi atau pembiusan. Tetapi, tindakan ini mungkin akan menyebabkan kram yang rasanya mirip seperti kram saat menstruasi. Oleh sebab itu, dokter akan memberi Anda obat penghilang rasa sakit. Kemudian, untuk sementara waktu, Anda juga kabarnya akan merasa pusing, mual, atau bahkan muntah akibat obat bius. Terkadang bercak atau pendarahan ringan bisa terjadi.

Apabila Anda merasakan beberapa gejala seperti perdarahan yang berat dan panjang, sakit perut, demam, atau bahkan keluar cairan berbau busuk dari vagina setelah proses kuret, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Pemulihan Setelah Kuret

Wanita yang telah menjalani prosedur kuret biasanya sudah bisa beraktivitas lagi dalam waktu 1-2 hari. Namun, masa pemulihan setiap orang bisa sangat bervariasi. Beberapa wanita mungkin butuh waktu lebih lama untuk putih.

Baca juga:  Pecinta Warna Nude Lirik Produk Wardah Intense Matte Lipstick No 5

Agar proses pemulihan lebih cepat, sebaiknya hindari melakukan hubungan seksual selama 2 minggu atau sampai kondisi Anda dinyatakan pulih oleh dokter. Kemudian, Anda juga bisa memakai pembalut untuk mengurangi perdarahan, tetapi sebaiknya jangan menggunakan tampon dan produk pembersih vagina sekitar 2 minggu usai kuret. Batasi juga aktivitas dan hindari mengangkat beban berat selama pemulihan. Periksakan diri secara rutin ke dokter agar dapat memastikan rahim kembali ke ukuran normal dan tidak ada infeksi di leher rahim.

[1]Vitahealth. 2017. Infertil: Informasi Lengkap untuk Penderita dan Keluarganya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 64.

[2]Sinsin, I. 2008. Masa Kehamilan & Persalinan. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 54.

[3]Vitahealth. Op, cit.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: