Apa Itu Emas Muda? Apakah Bisa Luntur?

Perhiasan emas (youtube: GIRL IN PARADISE)

Istilah emas muda dan emas tua pastinya sudah tidak asing lagi di telinga Anda, apalagi bagi Anda yang doyan belanja perhiasan. Di pasaran pun, istilah tersebut juga sering digunakan untuk mengetahui kondisi emas yang ada di toko perhiasan. Dari dua istilah tersebut, ada banyak pertanyaan yang muncul. Salah satunya, apakah emas muda bisa luntur?

Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pastikan Anda mengetahui sedikit tentang emas muda. Anda juga perlu mengetahui seluk-beluk perhiasan yang terbuat dari emas muda dan emas tua. Emas muda dan emas tua sendiri adalah istilah yang digunakan orang untuk memberi label pada sebuah perhiasan. Emas muda merupakan istilah untuk perhiasan dengan kadar emas di bawah 42% hingga 70%, sedangkan emas tua adalah istilah untuk perhiasan dengan kadar emas di atas 70%.

Perhiasan dengan label emas muda memiliki kandungan emas lebih sedikit, sehingga untuk membuatnya menjadi perhiasan, diperlukan campuran bahan logam lain. Beberapa logam yang sering digunakan sebagai campuran tersebut, seperti alumunium, perunggu, stainless steel, dan masih banyak lagi. Ini berbeda dengan perhiasan berlabel emas tua, karena memiliki campuran logam yang lebih sedikit.

Untuk membuat perhiasan, tentunya tidak bisa menggunakan bahan emas dengan kadar 100%. Kadar emas pada perhiasan atau emas batangan maksimal hanya bisa mencapai 99,99% saja. Semakin tinggi kadar emas pada perhiasan, akan membuatnya menjadi semakin lembek dan mudah berubah bentuk. Ini sering terjadi pada perhiasan berlabel emas tua. Meskipun perhiasan berlabel emas tua memiliki harga lebih tinggi, ini memiliki kekurangan karena mudah berubah bentuk.

Baca juga:  Cara Memilih dan Rekomendasi Produk Untuk Menghilangkan Komedo

Perhiasan dengan kadar emas tinggi, tidak hanya mudah berubah bentuk, tetapi juga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan yang sering terjadi pada perhiasan berkadar emas tinggi, yaitu patah pada beberapa bagian perhiasan. Untuk mengatasinya, Anda bisa membawanya ke toko emas. Toko emas akan memperbaiki kerusakan pada perhiasan Anda dalam waktu tergantung dengan kerusakan perhiasan Anda.

Untuk mengetahui kadar emas suatu perhiasan, Anda bisa melihat setiap label yang tertempel pada perhiasan. Anda bisa menghitung kadar emas melalui karat yang tertera pada label. Semakin tinggi kadar emas murni pada perhiasan, maka semakin tinggi pula jumlah karatnya. Kadar emas tertinggi, yaitu 24 karat. Perhiasan dengan label 24 karat adalah perhiasan dengan kadar emas mencapai 99,99%. Berikut ini adalah tabel mengenai jumlah karat dan kadar emas pada perhiasan.

Ilustrasi: perhiasan dari emas muda (sumber: gaog.info)

Ilustrasi: perhiasan dari emas muda (sumber: gaog.info)

Kadar Emas Berdasarkan Karatnya

Jumlah Karat PerhiasanJumlah Kadar emas
10 Karat41,7% -58,3%
14 Karat58,3%-41,7%
18 Karat75,40% -78,19%
19 Karat78,20% -82,29%
20 Karat82,30%-86,49%
21 Karat86,50%- 90,59%
22 Karat90,60%-94,79%
23 Karat94,80%-98,89%
24 Karat99,00%-99,99%
Baca juga:  Inovasi Terbaru Cat Rambut Berbentuk Shampo dan Busa, Cara Pakainya Mudah!

Dari tabel di atas, Anda bisa mengetahui apakah perhiasan yang ingin Anda beli termasuk emas muda atau emas tua. Dilansir dari e-mas.com, para ahli menyampaikan bahwa kadar emas yang cukup baik untuk perhiasan, yaitu minimal 18 karat. Ini adalah karat untuk perhiasan yang bagus dan kuat. Perhiasan seperti ini juga tidak mudah berubah bentuk atau rusak. Namun, perhiasan 18 karat tentunya memiliki beberapa bahan campuran. Hal ini membuat sebagian besar orang bertanya, apakah emas muda bisa luntur?

Ilustrasi: perhiasan dari emas tua (sumber: jewelryshoppingguide.com)

Ilustrasi: perhiasan dari emas tua (sumber: jewelryshoppingguide.com)

Emas Muda Bisa Luntur

Dilansir dari Tribun News, emas muda memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan emas tua. Hal ini karena dalam pembuatan perhiasan berlabel emas muda, tidak memerlukan banyak proses. Anda hanya perlu melapisi logam tertentu dengan emas murni. Proses pelapisan ini juga tidak membutuhkan waktu lama. Selain karena harga yang lebih murah, emas ini cenderung diincar karena memiliki lebih banyak variasi.

Perhiasan dengan label emas muda ini tentunya bisa bertahan lama dan awet, tetapi ini tergantung dari cara Anda merawatnya. Perhiasan emas muda bisa luntur jika Anda kurang tepat merawatnya. Anda tidak disarankan menggunakan perhiasan emas muda terlalu lama jika berada di luar ruangan. Perhiasan dengan kadar emas rendah biasanya akan lebih cepat teroksidasi dan berubah warna menjadi lebih buram.

Baca juga:  Daftar Kosmetik Berbahaya Tahun 2019 Menurut BPOM

Perhiasan dengan warna yang berubah akan lebih baik jika disepuh ulang di toko perhiasan. Ini adalah salah satu cara tepat untuk mengembalikan kadar emas pada perhiasan Anda. Hindari juga penggunaan produk-produk kimia berlebihan, ketika Anda ingin memakai perhiasan berlabel emas muda. Hindari penggunaan parfum, body lotion, dan berbagai produk perawatan tubuh lain. Bahan kimia tertentu, apalagi yang memiliki sifat antiseptic dan whitening effect dapat membuat kadar emas pada perhiasan berkurang.

Jika Anda ingin mandi atau memakai berbagai macam produk perawatan tubuh, akan lebih baik jika Anda melepas perhiasan Anda. Cara ini adalah cara efektif untuk menjaga dan merawat perhiasan agar tetap dalam kondisi baik. Hindari juga menyimpan perhiasan dengan sembarangan, seperti menumpuknya. Menumpuk perhiasan dalam sebuah kotak dapat membuat perhiasan mudah teroksidasi dan tergores. Kondisi tersebut juga dapat membuat emas muda Anda mudah luntur dan berubah warna.

Cara yang tepat memelihara perhiasan, adalah dengan rutin membersihkannya setiap satu atau dua  minggu hingga satu bulan sekali. Untuk membersihkan emas muda, jangan gunakan sabun atau shampo karena ini dapat membuat kadar emasnya luntur. Akan lebih baik jika Anda merendamnya dalam air hangat selama satu hingga dua menit. Setelah itu, gunakan sikat gigi bayi atau cotton bud untuk menggosok perhiasan Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: