Apakah Benar Minum Kopi Bisa Mencegah Diabetes Tipe 2?

diabetes, tipe, 2, sarapan, minum, kopi, komponen, anti, oksidan, inflamasi, penelitian, lambung, risiko, penyakit, kesehatan, hangat, stimulasi, efektif, perut, di, dalam, konsumsi, gula, minuman, manis Ilustrasi: pemeriksaan diabetes di rumah sakit (sumber: fortune.com)

Diabetes adalah yang mempengaruhi tubuh Anda memproses gula . Gula adalah salah satu komponen penting dalam tubuh Anda, karena gula merupakan sumber energi untuk otak, otot, dan jaringan tubuh Anda. Kalau Anda terkena diabetes, berarti tubuh Anda kelebihan gula dan dapat menyebabkan masalah-masalah serius pada Anda.

Ada 2 tipe diabetes kronis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes jenis lain termasuk diabetes gestasional, yaitu diabetes yang terjadi selama masa kehamilan. Akan tetapi, jenis diabetes ini akan hilang begitu si ibu hamil melahirkan. Ada juga yang namanya pra diabetes, yaitu bila gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya, akan tetapi tidak cukup tinggi untuk disebut sebagai diabetes.

Beberapa tanda umum seseorang terserang diabetes di antaranya merasa haus terus-menerus, berat badan tiba-tiba menurun tanpa alasan yang jelas, merasa lemas, iritasi, dan lain sebagainya.

Apabila seseorang telah terdiagnosa terkena penyakit diabetes, maka hal yang biasa dilakukan adalah menghindari gula atau sesuatu yang manis. Salah satu yang memiliki rasa manis itu adalah minuman. Tidak mengonsumsi minuman atau makanan manis bisa menurunkan tingkat parahnya diabetes pada seseorang. Lalu, bagi mereka yang ingin mencegah risiko diabetes apakah ada minuman yang sebaiknya dikonsumsi?

Sebagian orang mungkin memiliki kebiasaan sehabis sarapan dilanjutkan dengan minum kopi dinilai bisa menghindari risiko terkena diabetes tipe 2. Hal itu didasarkan pada yang dipublikasikan menyambut Hari Diabetes Sedunia.

Sebagian orang yang memiliki kebiasaan tidak sarapan biasanya cenderung memiliki kesehatan kurang baik. Apalagi, jika melewatkan sarapan dianggap sebagai salah satu cara berdiet. Mungkin makanan ringan yang berasa manis bisa mencegah seseorang dari kelaparan, atau ketika seseorang merasa lapar, pelariannya adalah merokok.

Kebiasaan makan camilan manis dan merokok itu yang dijadikan landasan penelitian yang dilakukan oleh Sabrina Schlesinger, di mana hasil penelitiannya telah dipublikasikan di The Journal of Nutrition.

Orang Dengan Kelebihan Berat Badan Seringkali Melewatkan Sarapan

diabetes, tipe, 2, sarapan, minum, kopi, komponen, anti, oksidan, inflamasi, penelitian, lambung, risiko, penyakit, kesehatan, hangat, stimulasi, efektif, perut, di, dalam, konsumsi, gula, minuman, manis

Ilustrasi: wanita kelebihan berat badan

Ahli nutrisi menganalisis data dari 96.175 partisipan, di mana sebanyak 4.935 menderita diabetes tipe 2 selama masa penelitian. Peneliti menemukan bahwa orang yang menderita obesitas cenderung melewatkan waktu sarapan daripada orang yang tidak menderita obesitas. Obesitas merupakan keadaan seseorang yang paling mungkin menderita diabetes.

Benarkah Kopi Bisa Membantu Turunkan Risiko Diabetes?

Jadi, meskipun Anda tergolong obesitas atau tidak, sarapan adalah sesuatu yang penting. Selain makan, Anda juga pasti minum. Minuman apa yang sebaiknya diminum sehabis sarapan? Air, jus jeruk, atau teh?

Ternyata, kopi justru dianggap sebagai pilihan yang tepat. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC). Jawaban bahwa kopi tepat diminum setelah sarapan ternyata bukan jawaban yang mengejutkan.

Penelitian lain menemukan adanya kaitan antara dosis kopi yang dikonsumsi dengan risiko diabetes. Peneliti menemukan bahwa orang yang meningkatkan konsumsi kopinya lebih dari satu cangkir selama empat tahun mengalami penurunan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 11 persen. Sementara orang yang mengonsumsi kurang dari satu cangkir kopi setiap hari mengalami kenaikan risiko mengalami diabetes hingga 17 persen.

diabetes, tipe, 2, sarapan, minum, kopi, komponen, anti, oksidan, inflamasi, penelitian, lambung, risiko, penyakit, kesehatan, hangat, stimulasi, efektif, perut, di, dalam, konsumsi, gula, minuman, manis

Ilustrasi: mengonsumsi kopi untuk kesehatan

Menurut Dr Frank Hu, ketua peneliti, pada dasarnya, mengonsumsi lebih banyak kopi akan menurunkan risiko diabetes tipe-2. Orang yang mengonsumsi tiga sampai lima gelas kopi setiap hari sehari diketahui mengalami penurunan risiko terkena diabetes tipe-2.

Meski begitu, bukan berarti orang bisa mengonsumsi kopi dalam jumlah yang sangat banyak tanpa berhati-hati. Hu mengingatkan orang masih harus waspada dengan kafein yang ada dalam kopi. Kafein yang berupa stimulan bisa mempercepat detak jantung dan membuat orang susah tidur.

Hu juga mengungkap peneliti masih belum yakin komponen apa dalam kopi yang bisa menurunkan risiko diabetes tipe-2. Peneliti memperkirakan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh dan nutrisi yang ada dalam kopi dan bisa menurunkan risiko diabetes. Penelitian ini juga tidak menunjukkan kaitan langsung antara meminum kopi dengan tingkat insulin. Sementara insulin sendiri digunakan untuk menandai penyakit diabetes.

Menurut Hu, orang tak bisa mengandalkan kopi sepenuhnya untuk menangkal diabetes. Orang harus tetap memperhatikan pola makan, , dan rajin berolahraga untuk bisa terhindar dari penyakit gula tersebut.

Kandungan Antioksidan Dan Anti Inflamasi Dalam Kopi Dinilai Bermanfaat

diabetes, tipe, 2, sarapan, minum, kopi, komponen, anti, oksidan, inflamasi, penelitian, lambung, risiko, penyakit, kesehatan, hangat, stimulasi, efektif, perut, di, dalam, konsumsi, gula, minuman, manis

Biji-biji kopi pilihan

Meskipun penelitian yang dilakukan oleh Hu mengatakan tidak yakin komponen apa di dalam kopi yang berhubungan dengan risiko diabetes, namun ada sebuah laporan menunjukkan bahwa kopi bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 25 persen.

Salah satunya datang dari peneliti Mattis Carlstrom, yang merupakan seorang guru dalam bidang kesehatan dan farmasi di Karolinka Institute, Stockholm, telah melakukan evaluasi terhadap 30 orang.

Lalu, ada Kjeld Hermansen, seorang profesor di Rumah Sakit Denmark di Aarhus, yang mengatakan bahwa kopi yang tidak berasa dinilai efektif sebagai minuman antioksidan. Kopi dianggap bisa menurunkan inflamasi, dan bisa menjadi minuman hangat yang bisa memberikan stimulasi pada aktivitas di dalam perut dan juga mikrobia lambung.

Hermansen merekomendasikan Anda minum 3 hingga 4 cangkir kopi setiap harinya, baik untuk wanita atau pria. Dan, siapa saja yang tidak ingin berurusan dengan prosedur untuk penyakit tekanan darah tinggi, jantung, bisa minum kopi.

Namun, penelitian tentang kopi dan kemampuannya dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2 masih terus dilakukan. Hal itu karena masih ada yang merasa belum yakin mengenai kemampuan kopi dalam mencegah penyakit tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: