Apakah Benar Mengonsumsi Antidepresan Bisa Membuat Berat Badan Bertambah?

obat, antidepresan, berat, badan, kenaikan, bertambah, depresi, paxil, pasien, dokter, steroid, diabetes, gula, darah, antihistamin, olahraga, diet, sehat, alternatif, lupus, remeron, prozac, penelitian, hubungan, serotonin Meminum pil obat antidepresan

Jika Anda sedang mengonsumsi antidepresan, bisa jadi tersebut cenderung membuat  berat badan bertambah. Menurut Dr. Brian Keefe, seorang psikiater dan direktur di Zucker Hillside Hospital di Glen Oaks, N.Y mengatakan bahwa psikiater sudah mengetahui hasil penelitian di Inggris tentang antidepresan dengan berat badan. Dalam penelitian, yang menggunakan antidepresan biasa sebanyak 21 persen lebih memungkinkan berat badannya bertambah sekitar 5 hingga 8 pon.

Dalam penelitian menyebutkan bahwa ada hubungan yang dapat membantu menjelaskan penyebab peningkatan berat badan.

Walaupun ada pengaruh antidepresan dengan berat badan, tetapi untungnya tidak ada pasien yang harus berhenti minum obat. Jika mereka memiliki kekhawatiran, sebaiknya berkonsultasi dengan atau apoteker. Hal itu diutarakan oleh Dr Rafael Gafoor, seorang psikiater di King’s College London yang memimpin penelitian.

Gafoor mencatat bahwa peningkatan risiko kenaikan berat badan memuncak pada dua atau tiga tahun penggunaan antidepresan secara terus menerus yang berlangsung hingga enam tahun. Ia mengatakan para peneliti masih mempertanyakan mengapa penambahan berat badan tidak terjadi dalam waktu yang cepat.

Namun, antidepresan dirasa cukup berpengaruh untuk membuat beberapa orang yang memiliki berat badan normal menjadi kelebihan berat badan atau obesitas, dan juga peningkatan risiko 29 persen dibanding dengan mereka yang tidak memakai antidepresan. Di antara orang yang kelebihan berat badan, antidepresan meningkatkan risiko menjadi obesitas sebesar 29 persen.

Seorang pakar AS mengatakan pasiennya telah mengalami berbagai hasil dengan antidepresan. Menurut Dr. Jamie Kana, direktur Pusat Kesehatan Northwell untuk Manajemen Berat di Syosset Hospital, N.Y., ia melihat beberapa pasien ada yang mengalami kenaikan berat badan, dan beberapa di antaranya berat badannya turun. Kana berpendapat bahwa pasien yang mengalami kenaikan berat badan ketika mengonsumsi antidepresan perlu mencoba dengan makanan sehat dan banyak latihan (olahraga).

obat, antidepresan, berat, badan, kenaikan, bertambah, depresi, paxil, pasien, dokter, steroid, diabetes, gula, darah, antihistamin, olahraga, diet, sehat, alternatif, lupus, remeron, prozac, penelitian, hubungan, serotonin

Depresi sehingga membutuhkan obat antidepresan

Tetapi, ada alternatif untuk yang mengalami masalah dengan antidepresan. Alternatif yang ada termasuk terapi dengan mengobrol dan peningkatan latihan (olahraga). Untuk penelitian, tim Gafoor telah mengumpulkan data dari sekitar 300.000 pria dan antara tahun 2004 dan 2014. Sekitar 20 persen dari mereka menggunakan antidepresan. Para peneliti mencatat kenaikan berat badan setidaknya 5 persen.

Untuk setiap 100 orang yang menggunakan antidepresan, 11 orang per tahunnya mengalami penambahan berat badan. Selama tahun kedua dan ketiga menggunakan antidepresan, pasien yang mungkin mengalami kenaikan berat badan adalah sekitar 46 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak menggunakan antidepresan.

Antidepresan yang biasa dikonsumsi antara lain Remeron, Cymbalta, Zoloft, Effexor, Celexa, Prozac, Lexapro, Desyrel, Elavil, Paxil, Pamelor, dan Prothiaden. Penjelasan singkat mengenai beberapa obat dapat dilihat pada uraian berikut.

Pertama, Paxil (Paroxetine). Dikatakan Louis Aronne, MD, direktur Pengendalian Berat Badan di New York mengatakan bahwa Paxil adalah salah satu obat terbaik untuk mengatasi kecemasan. Tetapi, jika Anda mengalami kenaikan berat badan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Umumnya, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) tidak menyebabkan kenaikan berat badan karena meningkatkan serotonin depresan yang membantu Anda merasa kenyang. Namun, Paxil dinilai sebagai pengecualian.

Sama halnya dengan SSRI, Remeron (Mirtazapine) merupakan obat antidepresi yang dapat meningkatkan serotonin dan norepinefrin yang terkait dengan penurunan berat badan. Namun, aktivitas antihistamin dari Remeron mungkin bisa menyebabkan angka timbangan Anda menjadi naik.

obat, antidepresan, berat, badan, kenaikan, bertambah, depresi, paxil, pasien, dokter, steroid, diabetes, gula, darah, antihistamin, olahraga, diet, sehat, alternatif, lupus, remeron, prozac, penelitian, hubungan, serotonin

Macam-macam obat antidepresan

Lalu, ada Prozac (Fluoxetine). Meskipun Prozac, SSRI biasanya dikaitkan dengan penurunan berat badan, tetapi dapat memiliki efek sebaliknya (peningkatan berat badan) apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Elavil, Endep, dan Vanatrip (Amitriptyline) merupakan antidepresan trisiklik (TCA) yang terkait dengan kenaikan berat badan lebih besar dibanding antidepresan atau obat-obatan migrain. TCA memengaruhi neurotransmitter yang terlibat dalam energi dan nafsu makan seperti serotonin, dopamin, dan asetilkolin. Tetapi, aktivitas antihistamin obat seperti TCA mungkin bisa dijadikan alasan terjadinya perubahan berat badan.

Obat antidepresan lain yang mungkin dikonsumsi antara lain Depakote (Asam Valproat), Zyprexa (Olanzapine), Deltasone (Prednison), Thoranzine (Chlorpromazine), dan Allegra (Fexofenadine dan Pseudoephedrine). Secara umum, hubungan antara konsumsi obat antidepresan dengan kenaikan berat badan disebabkan karena obat-obatan itu memiliki aktivitas antihistamin yang bisa meningkatkan nafsu makan sehingga berdampak pada kenaikan berat badan seseorang.  

Depresi yang tidak diobati hampir selalu dikaitkan dengan penderitaan bagi pasien, dan dapat menyebabkan kecacatan dan bahkan bunuh diri. Salah satu cara mengatasi depresi adalah mengonsumsi antidepresan. Hal itu dikarenakan antidepresan dinilai bisa meredakan kesedihan atau kecemasan bagi orang yang menderita depresi.

Selain obat antidepresan, ada beberapa obat yang dianggap juga bisa meningkatkan berat badan. Beberapa di antaranya yaitu Diabinese & Insulane (Chlorpropamide). Obat-obatan Sulfonilurea seperti Diabinese, Insulase, Actos & Prandin dinilai bisa merangsang produksi insulin yang menurunkan gula darah dan meningkatkan nafsu makan.

Di samping itu, konsumsi obat-obatan yang masuk dalam golongan steroid dinilai bisa menambah berat badan. Steroid biasanya dipakai untuk mengobati autoimun seperti lupus atau asma. Obat-obatan itu bisa menyebabkan metabolisme melambat dan menambah deposit lemak , terutama di bagian perut. Penambahan berat badan biasanya mencapai 9 hingga 18 kilogram. Dan, penambahan itu bisa semakin bertambah beberapa kali lipat ketika pasien mendapatkan resep dalam jumlah banyak untuk sekali waktu.

obat, antidepresan, berat, badan, kenaikan, bertambah, depresi, paxil, pasien, dokter, steroid, diabetes, gula, darah, antihistamin, olahraga, diet, sehat, alternatif, lupus, remeron, prozac, penelitian, hubungan, serotonin

Celana tak muat akibat kegendutan

Ada sebuah kasus yaitu seorang pasien (gadis) berusia 12 tahun bernama Jeniver Graves. Ia adalah seorang anak yang didiagnosa menderita lupus. Dokter memberinya obat steroid untuk mengobati penyakitnya. Dan, obat itu menambah berat badannya hingga 68 kilogram dalam kurun waktu lima tahun.

Dikarenakan berat badannya, Graves menjadi menderita resistensi insulin, diabetes, hipertensi, inkontensia urine, dan juga gangguan sesak napas atau disebut dengan pseudotumor celebri atau tumor otak besar. Dengan kondisi seperti itu, Graves harus melakukan operasi untuk mengurangi berat badannya.

Bagi beberapa orang yang mengalami kejadian serupa dengan Graves (khususnya peningkatan berat badan), menurut dr. John Morton daripada menyarankan pasien mengonsumsi obat, lebih baik para dokter mendorong pasiennya untuk mengubah pola hidup dan banyak berolahraga. Dokter juga perlu memantau pasien bila mereka mendapatkan obat baru.

Untuk pasien, Morton menyarankan bahwa mereka sebaiknya tidak mudah tergantung pada obat-obatan dalam menyembuhkan penyakitnya. Pasien perlu bertanya kepada dokter ketika pertama kali mendapatkan obat. Pasien bisa menanyakan beberapa hal seperti pengaruh obat terhadap berat badan, seberapa lama waktu , dan alternatif selain penggunaan obat-obatan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: