Apakah Aman Membersihkan Telinga Menggunakan Cotton Bud Atau Treatment Lainnya?

earwax, cairan, telinga, kebersihan, kesehatan, ear, candle, dokter, spesialis, THT, saluran, dalam, kotoran, keras, kekeringan, pelembap, alami, manfaat, rutin, perawatan, cotton, budIlustrasi: penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga (sumber: foxnews.com)

Telinga merupakan salah satu indera terpenting bagi manusia. Kesehatannya pun harus dijaga selalu agar dapat berfungsi secara maksimal. Namun ternyata masih banyak orang yang menganggap remeh tentang hal tersebut.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah kebersihan telinga. Sebenarnya, kotoran di telinga itu bisa keluar dengan sendirinya karena adanya dorongan kelenjar minyak di dalamnya. Namun, sebagian orang mungkin tidak sabar, sehingga mereka sering menggunakan cotton bud untuk membantu mendorong keluar kotoran telinga.

Alasan Tidak Perlu Membersihkan Telinga

Menurut pedoman dari American Academy of Otolaryngology/Head and Neck Surgery Foundation, para ahli tidak menyarankan untuk membersihkan telinga memakai cotton bud. Inilah beberapa alasannya.

Tidak Penting

Telinga sebenarnya bisa membersihkan diri sendiri, tidak perlu adanya perawatan secara rutin. Jika Anda memasukkan cotton bud ke telinga untuk menghilangkan kotoran telinga atau mencegah penumpukan kotoran, sebaiknya Anda memikirkan hal itu lagi.

Kotoran telinga diproduksi di dalam saluran telinga dan secara alami bermigrasi dari bagian dalam ke luar telinga. Ada beberapa orang yang kotoran telinganya lebih keras dan kering dari sebagian lainnya. Bahkan, untuk situasi seperti itu, menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga bukanlah solusinya.

Bisa Menjadi Berbahaya

Memasukkan cotton bud ke dalam telinga dinilai bisa merusak saluran telinga atau gendang telinga. Cotton bud akan mendorong kotoran telinga masuk ke dalam saluran telinga sehingga akan lebih sulit untuk dikeluarkan. Hal itu dapat menyebabkan perasaan tertekan di telinga, dan berdampak pada kemampuan mendengar yang berkurang. Lebih buruk lagi, gumpalan kotoran telinga bisa menyebabkan infeksi telinga.

Earwax Bukan Sebagai Tanda Kurangnya Menjaga Kebersihan

Baca juga:  Rekomendasi 5 Produk Krim Leher yang Bagus

Ada hal yang menjadi suatu kesalahpahaman. Earwax atau bahasa medisnya adalah ‘cerumen’ (cairan kuning) memiliki manfaat. Cerumen bisa dianggap sebagai ‘pelembap alami’, karena bisa menjaga telinga dari kekeringan. Earwax juga bisa ‘menangkap’ kotoran telinga sebelum mencapai saluran lebih dalam, menyerap sel kulit mati dan debris, serta menjaga bakteri dan organisme lain sebelum mencapai telinga bagian dalam.

Sebagian orang memproduksi earwax lebih banyak, sementara lainnya lebih sedikit. Variasi earwax tergantung dari etnis, umur, lingkungan, dan mungkin saja diet. Mungkin ada yang menganggap bahwa earwax itu cukup menjijikkan, namun itu bukan berarti tanda dari sebuah kebiasaan yang kurang bisa menjaga kebersihan. Faktanya, earwax itu adalah sesuatu yang normal.

Apa Yang Disebut Dengan ‘Cerumenosis’

earwax, cairan, telinga, kebersihan, kesehatan, ear, candle, dokter, spesialis, THT, saluran, dalam, kotoran, keras, kekeringan, pelembap, alami, manfaat, rutin, perawatan, cotton, bud

Ilustrasi: wanita mengalami gangguan pendengaran

Penumpukan kotoran telinga bisa menyebabkan suatu gejala. Ketika itu terjadi, dokter biasa menyebutnya dengan ‘cerumenosis’ dan mungkin akan merekomendasikan pemakaian tetes telinga yang bisa dibeli di pasaran yang bisa membuat earwax itu keluar dari telinga lebih mudah. Bisa juga Anda mendapatkan treatment untuk melihat ke dalam telinga dan petugas menggunakan alat yang secara spesifik berfungsi mengeluarkan earwax.

Cara Membersihkan Telinga Yang Aman

Meskipun kotoran telinga itu bisa keluar dengan sendirinya, tetapi mungkin Anda termasuk orang yang risih jika merasa telinganya kotor. Mungkin memang cotton bud tidak disarankan. Menurut J. Randolph Schnitman, MD, seorang dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan) di Beverly Hills, California, seseorang seharusnya lebih berhati-hati untuk membersihkan telinga, karena bisa saja Anda malah tanpa sengaja malah mendorong kotoran masuk lebih jauh atau bisa merusak gendang telinga. Kotoran telinga itu dihasilkan oleh lapisan saluran telinga dan jika jumlahnya normal, maka itu tidak menjadi masalah.

Lalu, bagaimana cara membersihkan telinga yang aman? Menurut Brett Levine, MD, spesialis THT di Torrance, California, Anda bisa membersihkan telinga adalah dengan membiarkan air masuk ke dalam telinga saat mandi, lalu miringkan kepala untuk membuang airnya. Namun, pastikan airnya hangat karena air dingin atau terlalu panas bisa menyebabkan Anda mengalami vertigo.

Apabila kotoran telinga Anda tergolong kering, bahkan keras, sebaiknya gunakan earwax remover. Jika digunakan dengan cara yang benar, alat tersebut bisa membantu melunakkan kotoran sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.

Selain menggunakan air, bisa juga dengan memakai baby oil atau beberapa tetes mineral ke dalam telinga. Tunggu 1 atau 2 detik untuk melarutkan kotoran, lalu miringkan kepala ke sisi sebaliknya, sehingga kotoran keluar dari telinga.

earwax, cairan, telinga, kebersihan, kesehatan, ear, candle, dokter, spesialis, THT, saluran, dalam, kotoran, keras, kekeringan, pelembap, alami, manfaat, rutin, perawatan, cotton, bud

Ilustrasi: pemeriksaan telingan oleh dokter spesialis THT

Jika cara-cara di atas tidak berhasil membuat kotoran telinga keluar, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis THT untuk membantu membersihkan kotoran telinga. Menurut Dr. Levine, kotoran telinga itu terkadang bisa keras sekali, dan tetesan baby oil tidak bisa membuatnya menjadi lunak. Apabila Anda mengunjungi dokter THT, mungkin akan dilakukan tindakan menyedot, mengorek, atau meraih sesuatu yang tidak dapat dibersihkan secara alami.

Di beberapa tempat, Anda mungkin sering mendengar tentang ear candle atau ear cone. Treatment itu memakai benda di mana ujung sebuah lilin berongga akan disulut api, sedangkan ujung satunya dimasukkan ke dalam telinga untuk membuang kotorannya. Namun, ada pendapat bahwa cara itu sebenarnya kurang efektif.

Menurut Dr. Schnitman, apabila ditinjau dari evaluasi Barat, terapi menggunakan lilin tidak terbukti menjadi cara yang efektif, tidak memberikan manfaat. Selain tidak bermanfaat, ear candle bisa dianggap berbahaya.

Sementara, American Academy of Audiology mengadakan survei di Inggris, dan menyebutkan bahwa para ahli THT melaporkan bahwa beberapa orang yang pernah melakukan ear candle itu mengalami cedera, seperti terbakar, saluran telinga menutup, gendang telinga berlubang, dan infeksi saluran telinga yang menyebabkan kehilangan pendengaran sementara.

Untuk lebih aman dalam membersihkan telinga, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis THT sebanyak 1-2 kali per tahun. Anda juga bisa mengunjungi dokter jika mengalami hal-hal seperti telinga terasa sakit hingga keluar cairan, maka segeralah periksakan telinga Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: