Apa Itu Puasa Intermitten? Berikut Metode & Manfaat Positifnya Bagi Kesehatan

diet, puasa, intermitten, metode, manfaat, positif, kesehatan, hal, air, putih, kandungan, makanan, nutrisi, protein, olahraga, karbohidrat, cukup, proses, metode, jam, 24, kalori, 500, minum, berat, badan Kontrol berat badan dengan metode puasa intermitten

Berpuasa dapat diartikan sebagai tidak atau minum selama waktu yang ditentukan. Belakangan ini, dikenal adanya () intermitten. Puasa atau jenis itu adalah puasa yang dilakukan dengan aturan hanya 500 kalori, kemudian dilanjutkan dengan puasa 12 hingga 8 jam sehari.

Ada beberapa orang yang percaya bahwa puasa intermitten dapat membawa manfaat positif bagi , seperti penurunan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, penurunan berat badan, menghambat proses penuaan, dan lainnya.

puasa intermitten (intermittent fasting) adalah sebuah pengaturan pola makan dengan basis puasa (tidak makan tetapi diperbolehkan untuk minum).

Memicu banyak pro dan kontra untuk orang sedang menjalani puasa intermitten atau puasa lainnya (sunah dan wajib). Terutama karena saat berpuasa, secara otomatis menyimpan dan lemak dalam tubuh sehingga berat badan semakin tidak menentu. Tetapi ternyata penggabungan pola makan dan berpuasa justru disarankan karena memiliki manfaat baik bagi tubuh.

Bahkan, menurut penelitian neuroscientist Mark Mattson, manfaat positif lain dari menjalankan puasa intermitten yang dilakukan satu sampai beberapa minggu dapat membantu otak Anda menangkal penyakit neurodegenerative.

Neurodegenerative adalah istilah umum untuk kondisi hilangnya progresif struktur atau fungsi neuron, termasuk kematian neuron. Banyak penyakit yang disebabkan oleh neurodegenerative termasuk ALS, Parkinson, Alzheimer, dan Huntington.

Bagi para pemula, puasa intermitten mungkin sedikit memberatkan. Untuk alasan itu, beberapa ahli menyarankan agar pemula memulainya dengan hanya puasa beberapa hari dalam seminggu. Ahli lainnya menyarankan agar setiap harinya lama waktu berpuasa selalu ditambah, misal dari 12 jam, 14 jam sampai 18 jam.

Mark Mattson, seperti dilansir dari Menshealth, mengaku sudah 35 tahun mempraktikkan puasa intermitten. Di awal, Anda mungkin sulit menahan perut lapar, tetapi setelah dilakukan berulang-ulang di hari-hari berikutnya, Anda akan terbiasa.

diet, puasa, intermitten, metode, manfaat, positif, kesehatan, hal, air, putih, kandungan, makanan, nutrisi, protein, olahraga, karbohidrat, cukup, proses, metode, jam, 24, kalori, 500, minum, berat, badan

Mengatur jam-jam makan (sumber: pritikin.com)

Mattson mengatakan bahwa semua yang energi dan pikiran yang diisi dengan apa yang harus dimakan, bagaimana mengatur makanan mulai teralihkan ke hal lain demi meningkatkan fokus pada pekerjaan.

Berpuasa dapat mengajarkan diri untuk terbiasa dengan rasa tidak nyaman akibat lapar. Mengisi alarm lapar dari otak dengan kopi, teh, dan melakukan kegiatan sesuai jadwal dengan fokus akan membuat Anda belajar bahwa rasa lapar adalah sensasi yang akan selalu datang dan pergi.

Puasa intermiten memiliki aturan yang sederhana dibanding metode diet lainnya. Anda tidak perlu buku panduan atau menjadi musuh meja makan. Ketika puasa ini sudah mulai terbiasa, tingkat energi dapat meroket. Aktivitas makan pun bisa menjadi lebih nikmat dan begitu disyukuri.

Berpuasa tidak berarti Anda menjadi malas bergerak. Alih-alih merasa pusing, justru ketika perut sedang kosong tujuan olahraga akan mencapai hasil lebih. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa berolahraga dalam keadaan berpuasa dapat memaksimalkan potensi pembakaran lemak.

Ada beberapa orang yang melakukan puasa intermitten mengatakan bahwa mereka akan senang ketika melihat timbangan dan berat badannya turun sekitar 4-5 kg dalam seminggu. Tetapi mereka mendapati berat badannya tidak turun secepat dan sebanyak itu. Hal ini mungkin saja terjadi pada Anda. Dan, menurut pengalaman beberapa orang itu, hal itu terjadi karena mereka hanya berpuasa selama 7 hari, dan masih belum bisa mengendalikan keinginan makannya.

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka membangun motivasi untuk menjalankan diet (puasa) intermiten. Dengan melakukan puasa, energi, konsentrasi, dan motivasi menjadi meroket. Hal itu bisa diambil pelajaran bagaimana rasa lapar menjadi sesuatu yang tidak seharusnya dituruti terus menerus.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa puasa sebenarnya dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Hal ini mungkin karena puasa membuat sel berada di bawah tekanan ringan, yang dapat membentengi tubuh dari penyakit. Peneliti juga berpendapat bahwa diet yang sangat rendah kalori menurunkan metabolisme Anda, Namun, bergantian antara berpuasa dan makan dapat memberikan hasil positif bagi kesehatan. Peneliti juga menyimpulkan bahwa puasa intermiten adalah pendekatan menjanjikan untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

diet, puasa, intermitten, metode, manfaat, positif, kesehatan, hal, air, putih, kandungan, makanan, nutrisi, protein, olahraga, karbohidrat, cukup, proses, metode, jam, 24, kalori, 500, minum, berat, badan

Puasa makan sebelum waktunya

Setidaknya ada 3 metode yang biasa diterapkan dalam puasa intermitten, yaitu:

  • Metode 16/8. Metode ini melewatkan sarapan dan membatasi periode makan harian hingga 8 jam, misalnya boleh makan dari jam 1 siang hingga 9 malam (8 jam). Kemudian sisa jamnya (16 jam), Anda berpuasa.
  • Eat-Stop-Eat. Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam, satu atau dua kali seminggu. Misalnya dengan tidak makan dari makan malam satu hari sampai makan malam keesokan harinya.
  • Diet 5:2. Metode diet ini yaitu pada dua hari dalam seminggu (dalam waktu yang tidak berturut-turut), hanya makan 500-600 kalori. Lima hari sisanya, Anda bisa makan dengan normal.

Mungkin pada awalnya, Anda akan merasa pusing, karena tubuh masih belum terbiasa. Tetapi, jika Anda sudah membulatkan niat, maka semakin lama tubuh akan terbiasa dengan jam makan Anda. Sehingga, pada akhirnya Anda akan tidak merasa keberatan melakukan puasa intermitten.

Berdasarkan pengalaman beberapa orang, ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika puasa (diet) intermitten, di antaranya yaitu makan malam menjadi suatu hal yang penting. Misalnya, pada malam hari, Anda hanya mengonsumsi semangkuk sup. Keesokan harinya, Anda bisa menjadi mudah lapar. Mungkin Anda bisa memilih dengan kandungan protein lebih banyak supaya membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Hal berikutnya adalah perencanaan. Lebih sulit daripada kedengarannya untuk mengatur makanan Anda selama 8 jam. Dan, kalori yang ada dalam menu makanan benar-benar perlu dihitung jika Anda ingin mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Sebaiknya Anda menerapkan pola dan jam makan sama setiap harinya. Lalu, untuk buka puasa sebaiknya dimulai dengan minuman hangat. Pastikan ada kandungan karbohidrat, protein, nutrisi yang cukup dalam makanan. Disarankan juga untuk minum air putih yang cukup untuk mengatasi dehidrasi. Selain itu, air putih juga bisa mendorong proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: