Apa Itu Perimenopause? Berapa Lama Dan Bagaimana Gejalanya?

perimenopause, menopause, transisi, fase, wanita, kelelahan, obat, dokter, konsultasi, perubahan, mood, gejala, lama, bulan, periode, bulanan, olahraga, merokok, alkohol, hot flashes Ilustrasi: wanita dalam usia menopause

di atas usia 50 tahun, selain tampak adanya perubahan fisik, perubahan di dalam , seperti juga ikut berubah. Salah satu fase yang akan dialami oleh di atas usia 50 tahun adalah . Tetapi, sebelum memasuki fase tersebut, akan ada fase perimenopause, di mana fase ini merupakan pra-, biasanya terjadi pada pertengahan usia 30-an atau usia 40-an.

Perimenopause atau masa transisi menopause dimulai beberapa tahun sebelum menopause. Fase tersebut adalah waktu ketika ovarium secara bertahap mulai menghasilkan lebih sedikit estrogen. Biasanya, mulai pada usia 40-an, bisa juga dimulai pada usia 30-an atau bisa lebih awal.

Perimenopause berlangsung selama masa menopause, titik ketika ovarium berhenti melepaskan telur. Dalam 1 hingga 2 tahun terakhir perimenopause, penurunan estrogen menjadi semakin meningkat. Pada tahap ini, banyak wanita mengalami menopause.

Berapa Lama Masa Perimenopause?

Rata-rata waktu perimenopause adalah 4 tahun, tetapi untuk beberapa wanita, fase ini mungkin akan berlangsung hanya beberapa bulan atau berlanjut selama 10 tahun. Perimenopause berakhir ketika seorang wanita tidak mendapatkan jadwal bulanan selama 12 bulan lamanya.

Apa Gejala Dari Perimenopause?

Wanita yang mengalami perimenopause setidaknya mengalami tiga gejala, yaitu:

  • Hot flashes
  • Payudara mulai kendur
  • Keinginan berhubungan dengan pasangan menurun
  • Kelelahan
  • Periode bulanan () yang tidak teratur
  • Vagina menjadi kering (menyebabkan kegiatan bercinta menjadi tidak nyaman)
  • Tidak sengaja buang air kecil ketika batuk atau bersin
  • Sering buang air kecil (ada keinginan untuk buang air kecil lebih sering)
  • Mood yang sering berubah-ubah
  • Kesulitan untuk tidur
perimenopause, menopause, transisi, fase, wanita, kelelahan, obat, dokter, konsultasi, perubahan, mood, gejala, lama, bulan, periode, bulanan, olahraga, merokok, alkohol, hot flashes

Ilustrasi: hot flashes, salah satu gejala kondisi perimenopause (sumber: healthjade.com)

Menstruasi tidak teratur sering dikaitkan dengan efek perubahan hormon yang memengaruhi ovarium melepas sel telur. Kondisi tersebut bisa membuat menstruasi Anda lebih lama atau lebih pendek, bahkan tidak terjadi sama sekali dalam beberapa bulan. Ini bisa jadi merupakan tanda gejala awal atau terlambat akan perimenopause.

Tidak terjadinya menstruasi selama tiga bulan atau lebih ataupun menstruasi yang sangat banyak, biasanya dikaitkan dengan kelelahan atau napas pendek sebaiknya diperiksa dokter, terutama jika Anda berusia di bawah 40 tahun.

Anda sering merasa kegerahan? Tiba-tiba merasa kepanasan dan berkeringat? Ini umum terjadi dalam perimenopause. Durasi dan intensitasnya dapat beragam sepanjang siang atau malam hari. Kondisi ini seringkali menjadi penyebab insomnia dan gangguan tidur pada wanita. Serangan panas ini terjadi akibat fluktuasi dan bisa berbeda pada tiap wanita. Kondisi tersebut terjadi antara dua sampai lima belas tahun lamanya.

Bagaimana Gejala Perimenopause Yang Normal?

Periode bulanan (menstruasi) yang tidak teratur

Gejala ini termasuk umum dan normal selama masa perimenopause. Tetapi, kondisi lain bisa menyebabkan perubahan ketika menstruasi. Anda perlu konsultasi ke dokter apabila mengalami beberapa hal seperti darah menstruasi lebih banyak atau ada gumpalan darah, periode bulanan Anda terjadi beberapa hari lebih panjang.

Anda juga bisa curiga jika ada bercak darah yang keluar di antara jadwal bulanan Anda, ada bercak darah setelah berhubungan, dan periode Anda terjadi dalam waktu berdekatan. Apabila ternyata ada satu atau dua gejala yang Anda , tidak ada salahnya Anda pergi ke dokter untuk berkonsultasi.

Penyebab keluarnya darah dalam jumlah yang tampak tidak normal bisa disebabkan karena ada masalah hormon, akibat konsumsi pil pengendali kelahiran, , fibroid, bercak darah, dan bisa jadi kanker (meskipun jarang terjadi).

Bagaimana Cara Mendiagnosis Perimenopause?

Seringkali dokter akan membuat diagnosa perimenopause berdasarkan gejala yang ada. Cek darah untuk mengetahui keadaan hormon juga membantu, tetapi tingkat hormon Anda bisa saja berubah selama fase perimenopause. Hal itu mungkin saja bisa membantu untuk memiliki beberapa pengujian darah pada waktu yang berbeda sebagai perbandingan.

perimenopause, menopause, transisi, fase, wanita, kelelahan, obat, dokter, konsultasi, perubahan, mood, gejala, lama, bulan, periode, bulanan, olahraga, merokok, alkohol, hot flashes

Ilustrasi: konsultasi wanita (sumber: womenscareiowa.com)

Adakah Kemungkinan Hamil Ketika Ada di Fase Perimenopause?

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah mungkin. Meskipun ada penurunan kesuburan selama masa perimenopause, Anda tetap bisa hamil. Jika Anda tidak ingin hamil, bisa mengendalikan kehamilan sampai mencapai masa menopause (ketika Anda tidak mendapatkan menstruasi selama 12 bulan).

Untuk beberapa wanita, hamil menjadi sulit ketika memasuki usia di akhir 30-an atau awal 40-an. Hal itu karena berhubungan dengan menurunnya kesuburan. Jika hamil menjadi tujuan, ada beberapa tindakan yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan keturunan.

Adakah Tindakan Yang Bisa Meringankan Gejala Perimenopause?

Banyak wanita merasa lega dari hot flashes selama beberapa waktu setelah menelan pil pengendali kehamilan. Pilihan lain yang mungkin bisa mengendalikan hot flashes termasuk patch kulit pengendali kelahiran, pemasangan cincin vagina, dan injeksi progesteron. Beberapa wanita mungkin tidak seharusnya menggunakan hormon pengendali kelahiran, jadi sebaiknya konsultasi kepada dokter untuk menentukan apa yang tepat bagi Anda.

Anda mungkin akan merasa lebih baik jika melakukan beberapa hal yang bisa mempertahankan stamina, di antaranya olahraga, berhenti merokok, mendapatkan waktu tidur lebih banyak, mencoba bangun tidur dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya, kurangi konsumsi alkohol, kendalikan berat badan ideal dan pertahankan, konsumsi kalsium yang cukup, minum multivitamin (jika diperlukan).

Bicarakan dengan dokter jika Anda memiliki masalah dengan hasrat seksual. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapis untuk membantu Anda dan pasangan menemukan solusinya. Pelumas mungkin bisa menjadi solusi, jika masalahnya adalah kekeringan pada vagina.

Tindakan lain yang bisa membantu menangani berbagai gejala pada masa perimenopause bisa termasuk minum antidepresan. Obat tersebut dianggap bisa menangani masalah mood swing atau perubahan mood secara cepat (dan mungkin tiba-tiba).

Untuk tindakan lebih tepat, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh tindakan atau rencana yang tepat untuk mengatasi masalah perimenopause.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: