Aneka Ragam Bentuk Bisnis Rongsokan, Mulai Dari Industri Rumahan Hingga Mall Rongsok

Bisnis Barang Bekas - (Sumber: republika.co.id) Bisnis Barang Bekas - (Sumber: republika.co.id)

Barang-barang seperti plastik, besi, aluminium, kertas, koran, kardus, komputer bekas, bagian dari motor maupun mobil, botol minuman, dan beragam barang lain mungkin bagi beberapa orang merupakan sesuatu yang sepantasnya dibuang.

Hal tersebut mungkin berbeda dengan beberapa orang yang malah menjadikan benda tersebut menjadi sebuah . Seperti yang dilakukan Azwar, seseorang yang menjalankan barang rongsokan yang sudah lama bergelut di ini dan meraup keuntungan darinya. Dalam sehari ia bisa mendapatkan Rp 3 juta, itu apabila barang rongsokan sedang ramai peminat.

Bisnis Barang Bekas - (Sumber: republika.co.id)

Bisnis Barang Bekas – (Sumber: republika.co.id)

Dengan bisnis yang dijalankannya, ia sudah mampu mempekerjakan orang. Beberapa orang yang bekerja di tempatnya mencari barang rongsokan dengan menggunakan gerobak dan motor.

Per hari, barang yang masuk ke tempat Azwar mencapai lebih dari satu ton. Setelah dipilah-pilah, barang rongsokan dijual lagi ke pabrik. Setiap seminggu sekali ada yang mengambil rongsokan tersebut, bahkan ada yang setiap hari.

Barang bekas tersebut didapatkan dari sampah rumah tangga, maupun perkantoran. Ada pula langganan khusus dari luar kota. Walaupun pendapatan yang diterima tidak menentu, tetapi, menurut Azwar, yang ia dapat sudah melebihi gaji seorang PNS.

Berangkat dari barang rongsokan bisa dijadikan sebuah mall. Di Depok, terdapat bangunan berlantai 3 yang diberi nama Mall Rongsok. Barang-barang yang dijual di sini memang barang rongsokan, mulai dari baut, pengeras suara, kloset bekas, mannequin sampai mesin cuci bekas ada di mall ini.

Pemilik dari mall tersebut, Nurcholis mengatakan ia memiliki kebiasaan mencari barang rongsok, kemudian di reparasi, dan dijual kembali dengan cara memasang iklan di media massa. Setelah laku, hasil penjualan tersebut, ia gunakan untuk membawa keluarganya berjalan-jalan di mall. Dari situlah, ide untuk mendirikan mall bermula.

Omzet yang didapatkan Nurcholis dapat mencapai Rp 2.000.000-3.000.000 per hari. Jika dihitung, dalam setahun ia mampu mengumpulkan pendapatan bersih sekitar Rp 100juta hingga Rp 150juta.

Salah satu tempat yang membutuhkan barang rongsok adalah Kecil Menengah (UKM) Srikandi di Bogor. UKM tersebut merupakan sebuah industri rumahan yang memproduksi berbagai dapur.

Bisnis Rongsokan - (Sumber: tribunnews.com)

Bisnis Rongsokan – (Sumber: tribunnews.com)

UKM Srikandi milik Syamsiah tersebut menggunakan barang rongsokan yang dibeli dari pengepul sebagai bakunya. Dari rongsokan dapat diolah menjadi tempat pembakaran sate, tempat pembakaran ayam, besi kalender, gantungan baju dan masih banyak lagi.

Dari usahanya tersebut, pemilik dapat membuka lapangan pekerjaan bagi tetangganya. barang produksi UKM Srikandi seringkali memanfaatkan momentum hari besar untuk memaksimalkan penjualan, misalnya pada saat Lebaran Haji. Tetapi, kalau untuk hari biasa, Syamsiah menyesuaikan dengan permintaan pasar. Hingga kini ia telah menjual puluhan hingga ratusan perlengkapan dapur ke wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Jakarta dan Bandung.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: