Anda Seorang Introvert? Simak Cara Berikut Untuk Bersosialisasi Dengan Orang Lain

Introvert, ekstrovert, ambievert, berkenalan, bersosialisasi, berhubungan, orang lain, koneksi, komunikasi, pendengar, psikolog, situasi, orientasi, pembicaraan, sosial, makhluk, kebutuhan, relasi, sifat, sosialisasi, psikologi, kepribadian, pemalu, menghindar, kelompok, hormon, penelitian, emosional Perkenalan dengan orang baru

Menurut seorang psikolog dari Swiss, Carl Gustav Jung, terdapat 3 jenis kepribadian umum pada manusia, yaitu introvert, ekstrovert, dan ambivert. Ketiga kepribadian tersebut memiliki pandangan berbeda dalam hal pengambilan keputusan, interaksi , respons terhadap masalah, komunikasi verbal dan non verbal, serta berbagai respons lainnya.

Menurut penelitian yang dirilis pada jurnal Frontiers in Human Neuroscience, menemukan bahwa ada cara pemrosesan informasi di otak yang berbeda pada kepribadian introvert dan ekstrovert.

Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh Michael Cohen, seorang peneliti dari University of Amsterdam yang menyebutkan adanya keterkaitan antara fungsi dopamin dan respons terhadap hal baru. Dopamin merupakan zat kimia di otak yang mengatur respons terhadap suatu rangsangan.

Para peneliti melakukan pengujian terhadap kelompok ekstrovert dan introvert dengan permainan judi. Saat memenangkan permainan, mereka memindai aktivitas otak melalui proses scan otak. Dari proses tersebut, kelompok ekstrovert menunjukkan respon lebih kuat di area otak amigdala dan nucleus accumbens dibandingkan dengan kelompok introvert. Amigdala berfungsi untuk memproses rangsangan emosional, sedangkan nucleus accumbens berhubungan dengan produksi hormon dopamin.

Seorang introvert adalah seseorang yang menikmati kesendirian dan lebih berfokus pada dan perasaan internal. Tidak seperti ekstrovert, yang mendapatkan energi dari interaksi sosial, introvert sering mengeluarkan energi dalam situasi sosial. Setelah dengan kelompok besar, orang-orang yang introvert sering merasa perlu mengisi ulang dengan menghabiskan waktu sendirian.

Sementara orang yang secara alami lebih tertutup tidak selalu berisiko lebih tinggi untuk masalah yang terkait dengan isolasi, mereka harus berusaha untuk tetap terlibat dengan orang lain pada tingkat tertentu, menurut Dr. Steven Schlozman, asisten profesor psikiatri di Harvard yang berafiliasi Rumah Sakit Umum Massachusetts. “Anda tidak harus selalu menjadi lebih sosial jika Anda tidak melewatkannya, tetapi manusia adalah makhluk sosial secara alami. Kita benar-benar melakukannya dengan baik ketika kita terhubung dengan orang lain, bahkan untuk waktu yang singkat,” katanya.

Introvert, ekstrovert, ambievert, berkenalan, bersosialisasi, berhubungan, orang lain, koneksi, komunikasi, pendengar, psikolog, situasi, orientasi, pembicaraan, sosial, makhluk, kebutuhan, relasi, sifat, sosialisasi, psikologi, kepribadian, pemalu, menghindar, kelompok, hormon, penelitian, emosional

Seorang introvert lebih menyukai kesendirian

Orang introvert terlihat lebih suka menyendiri, pemalu, dan perlu berusaha lebih keras untuk dapat bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain. Bukan berarti orang tersebut menolak bersosialisasi atau memiliki ketakutan untuk bersosialisasi. Alih-alih, introvert adalah salah satu jenis kepribadian, dengan ciri individu tersebut membutuhkan lebih banyak ‘energi’ untuk dapat terlibat dalam situasi sosialisasi, lekas menjadi letih dan lelah jika berada dalam kelompok yang besar, dan secara teratur membutuhkan waktu untuk memulihkan energi mereka kembali. Orang introvert adalah orang yang peka dan sadar akan keadaan sekitarnya sehingga dapat menjadi yang baik.

Orang-orang introvert bisa saja terlihat tidak memiliki masalah dalam bersosialisasi, dapat diajak bersenda gurau, cerdas, pandai melakukan presentasi di sekolah, dan mudah diajak bekerja sama. Sifat introvert tidak sama dengan sifat pemalu, kegelisahan sosial, atau sikap menghindar. Hanya karena orang-orang introvert suka menyingkir dari keramaian jika perlu, bukan berarti mereka sekadar berpura-pura menjadi introvert.

Anda tidak tahu apa yang dialaminya saat berada di tengah masyarakat dan berlaku menjadi ekstrovert di situasi yang ada. Pada akhirnya, orang-orang introvert memiliki kebutuhan yang berbeda demi menjaga dirinya dari orang-orang yang lebih cenderung memiliki orientasi untuk bersosialisasi.

Cara Bersosialisasi Dengan Orang Lain Jika Anda Seorang Introvert

Akan sulit meraih tujuan karier dan hidup bila Anda melakukan semuanya seorang diri. Diperlukan beberapa kepala dari berbagai kalangan untuk ikut berkontribusi dalam mencapai tujuan tersebut. Di sinilah, peran jaringan koneksi sangat dibutuhkan dalam kehidupan Anda.

Akan tetapi, untuk orang yang introvert, berkenalan dengan orang lain yang tidak dikenal saja sudah bikin malas, apalagi harus berkomunikasi untuk membangun koneksi. Orang yang memiliki kepribadian introvert, apalagi jika ditambah sifat pemalu, terkadang dicap sebagai orang yang tidak suka bergaul dengan orang-orang baru dan menjalin koneksi. Tetapi jangan khawatir, kalau Anda memang introvert, bukan berarti Anda akan terus kesulitan untuk membangun koneksi.

Introvert, ekstrovert, ambievert, berkenalan, bersosialisasi, berhubungan, orang lain, koneksi, komunikasi, pendengar, psikolog, situasi, orientasi, pembicaraan, sosial, makhluk, kebutuhan, relasi, sifat, sosialisasi, psikologi, kepribadian, pemalu, menghindar, kelompok, hormon, penelitian, emosional

Perkenalan dengan orang baru

Dilansir dari laman Hello Sehat, berikut adalah cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk membangun koneksi:

Jadi Diri Sendiri

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain. Menurut ahli, sebenarnya manusia tidak dari sananya pemalu, tetapi ada sesuatu yang terjadi pada manusia tersebut sehingga manusia tersebut menjadi tak mau membuka diri. Terkadang, untuk orang-orang yang introvert sekalipun, bila ia mendengar bahwa sifat introvert tidak terpisahkan dari kata ‘sendirian’, instingnya sebagai makhluk sosial akan mendorong orang tersebut untuk sesekali keluar dari sifat introvertnya.

Selain itu, jangan lupa menjadi diri Anda sendiri. Terkadang, orang-orang yang introvert berpikir bahwa dia harus bersikap layaknya orang yang berkepribadian extrovert untuk membangun koneksi. Menjadi diri sendiri adalah yang terbaik, jadilah diri Anda yang tidak meledak-ledak tetapi tulus dan rendah hati dalam membangun koneksi. Dengan kata lain, tidak apa-apa bila agak canggung, hanya jangan terus-terusan meminta maaf tentang kecanggungan Anda.

Tersenyum

Hal ini terlihat sepele, bahkan mungkin orang tidak memikirkannya lagi. Terkadang di dalam sebuah acara, Anda terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk membuka pembicaraan sampai lupa kalau Anda sedang berjalan dengan wajah cemberut. Raut wajah serius, cemberut, dan marah adalah hal yang terlihat menakutkan. Orang-orang akan lebih senang bertemu dengan orang yang dengan tersenyum sambil mengucapkan kata-kata simpel seperti selamat pagi, selamat makan, dan lain sebagainya.

Jadi Pendengar yang Baik

Orang-orang yang introvert biasanya adalah pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik memang bukanlah aset untuk tampil menonjol di depan umum. Tetapi, skill ini dapat meninggalkan kesan yang sangat kuat kepada orang saat berkomunikasi. Mendengarkan secara rinci dan mengajukan pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh orang tersebut dapat membantu Anda membangun koneksi yang berarti.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: