Tips Agar Anak Tetap Bersosialisasi Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Ilustrasi: anak peserta sekolah jarak jauh (sumber: skyegrid.id)Ilustrasi: anak peserta sekolah jarak jauh (sumber: skyegrid.id)

Berkat kecanggihan teknologi, saat ini sudah banyak sekolah yang menerapkan metode pembelajaran jarak jauh. Selama proses belajar memakai metode tersebut, para siswa bisa diam di rumah, tanpa harus pergi ke sekolah. Sayangnya, ini membuat mereka jenuh dan kurang bersosialisasi satu sama lain. Lalu, sebagai orang tua, bagaimana caranya agar anak tetap bisa bersosialisasi selama menjalani proses belajar tersebut?

Internet menjadi sebuah awal dari adanya sistem pembelajaran jarak jauh yang berkembang saat ini. Ini karena internet tidak dibatasi oleh jarak dan waktu. Hal ini membuat pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan bantuan web dan perangkat aplikasi lainnya, siswa bisa mendengarkan penjelasan guru dengan baik, melalui gadgetnya.[1]

Sementara metode tersebut memiliki banyak kelebihan, dilansir dari HuffPost, banyak juga siswa yang menjadi kuper setelah adanya metode tersebut. Ini karena siswa tidak pergi ke sekolah selama menjalani proses pembelajaran jarak jauh. Tidak pergi ke sekolah, artinya mereka tidak bisa bermain dengan teman atau melakukan aktivitas sosial lainnya. Lalu, bagaimana mengatasinya?

Buat Jadwal Bermain Anak

Jarang melakukan aktivitas sosial di luar rumah membuat anak menjadi muram dan bosan. Ini bisa mengganggu konsentrasi belajar dan hasil belajar mereka nantinya. Agar anak-anak dapat bersosialisasi lagi, Anda harus melakukan sesuatu. Sebagai saran, Anda bisa membuat jadwal bermain anak.

Baca juga:  Apa yang Harus Disiapkan Guru Saat Sekolah Kembali Dibuka?
Ilustrasi: anak bermain

Ilustrasi: anak bermain

Bermain tidak harus di luar rumah, apalagi jika cuaca sedang buruk. Untuk itu, buatlah jadwal bermain anak dengan metode yang sama seperti belajar online. Bedanya, anak-anak bisa bermain bersama temannya. Untuk itu, Anda bisa mengunduh game online yang bisa dimainkan oleh banyak orang.

Jika anak Anda kurang suka bermain game online, Anda bisa mengumpulkan teman-temannya dalam aplikasi Zoom. Di dalam aplikasi tersebut, anak-anak bisa saling mengobrol satu sama lain dan melakukan aktivitas kesukaannya, seperti bernyanyi bersama, main boneka bersama, hingga menari bersama.

Jadwal bermain anak harus dibuat dengan rinci dan jelas. Jadwal tersebut bisa Anda tempelkan pada dinding kamar atau meja belajarnya. Agar anak tidak jenuh, buatlah jadwal yang menyenangkan. Sebagai contoh, Anda bisa menjadikan akhir pekan atau setiap 3 hari sekali sebagai hari bermain mereka.

Baca juga:  Tips Mendidik Anak Agar Dapat Berperilaku Baik

Ajak Anak Bercerita

Selain menjadwalkan hari bermain mereka, Anda harus bisa menjadi pengganti teman-teman sekolah mereka. Seperti yang kita ketahui, salah satu faktor yang membuat anak rajin datang ke sekolah adalah teman-temannya. Apalagi jika anak Anda masih duduk di sekolah dasar. Pastinya tidak bertemu dengan teman sekolah menjadi hal yang paling membosankan.

Karena itu pula, hampir sebagian besar siswa merasa kurang semangat melakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Nah, agar anak kembali semangat belajar, temani mereka dan jadilah teman dekatnya. Untuk menjadi teman dekat mereka, Anda harus mengajak mereka mengobrol.

Ilustrasi: mengoperasikan ponsel (sumber: ting.com)

Ilustrasi: mengoperasikan ponsel (sumber: ting.com)

Meskipun anak Anda cerewet dan tak mau berhenti mengobrol, Anda harus sabar dan menjadi pendengar yang baik. Anak menjadi cerewet karena pembelajaran jarak jauh adalah hal yang wajar. Ini karena mereka tidak bisa curhat dengan teman-temannya seperti saat di sekolah. Dengan menjadi pendengar yang baik, anak-anak tidak akan jenuh dan lebih giat belajar.

Ajari Mereka Video Call

Berkat kecanggihan teknologi, saat ini gadget tidak hanya bisa dipakai untuk menelepon dan menerima pesan, tetapi juga untuk video call. Video call bisa dijadikan sebagai salah satu kegiatan untuk bersosialisasi selama pembelajaran online masih diadakan. Untuk itu, ajari anak-anak cara video call yang tepat dan baik.

Baca juga:  Info Resep Menyusun Menu MPASI 6 Bulan Pertama

Selain bisa membuat anak-anak ceria selama masa pembelajaran jarak jauh, video call juga menjadi salah satu media untuk membantu meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Ini karena mereka bisa menatap wajah orang lain selama video call. Sehingga, mereka bisa belajar merespon emosi dengan baik.

Selain melakukan video call dengan teman-temannya, anak-anak bisa melakukan video call dengan saudara atau keluarga yang lain. Ini akan meningkatkan tali silaturahmi antar-keluarga. Sehingga, anak-anak bisa lebih mengenal keluarganya sendiri.

Itulah beberapa tips agar anak Anda bisa tetap bersosialisasi selama masa pembelajaran online berlangsung. Selain itu, Anda juga bisa mengajaknya untuk bermain bersama keluarga di rumah. Permainan ular tangga, kartu, boneka, dan tebak-tebakan bisa membuat anak belajar bersosialisasi sekaligus meningkatkan rasa kasih sayang antara sesama.

[1] Nugroho, Atmoko. 2012. Pengembangan Model Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Web. Jurnal Transformatika, Vol. 9(2): 72-78.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: