Mitos Seputar Kehamilan dan Alat Kontrasepsi KB Yang Sering Bikin Wanita Salah Persepsi

Mitos Kehamilan Yang Sering Bikin Wanita Salah Persepsi - www.medicalnewstoday.com

Ada banyak kerancuan dan stigma seputar pengendalian kelahiran atau diketahui sebagai KB (Keluarga Berencana). Mulai dari metode mana yang paling baik digunakan hingga pil yang memiliki efek bagi tubuh wanita. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita atau orang tua yang memiliki anak perempuan untuk mengetahui fakta tentang pengendalian kelahiran. 

Pengertian Keluarga Berencana (KB) menurut UU No 10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga kecil.

Program KB adalah bagian terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional. Hal ini dikarenakan Keluarga Berencana adalah suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara pemerataan pembangunan dan jumlah penduduk.

Di bawah ini, ginekolog meluruskan kesalahpahaman KB yang paling umum. Jika Anda memiliki pertanyaan lain yang tidak dapat Anda jawab, pergilah untuk berbicara dengan dokter atau pakar ahli. Anda dapat belajar mengenai alat kontrasepsi pengendalian kelahiran dengan putri Anda.

Mitos 1: Anda tidak bisa hamil selama menstruasi

Faktanya: Meskipun lebih sulit untuk hamil ketika Anda sedang menstruasi, hal itu masih bisa terjadi. “Hal tersebut dikarenakan sperma dapat hidup dalam saluran reproduksi wanita selama tiga hari,” kata pakar kesehatan wanita Sherry A. Ross, MD, penulis She-ology: The Definitive Guide to Women’s Intimate Health. Dan jika siklus menstruasi lebih pendek, Anda cenderung mengalami ovulasi segera setelah menstruasi Anda berakhir. “Untuk wanita yang memiliki menstruasi setiap 21 hari dan periode yang berlangsung tujuh hari, mereka bisa hamil pada hari kelima, enam, atau tujuh jika mereka melakukan hubungan seks tanpa kondom,” kata Dr. Ross.

Mitos Seputar Kehamilan - www.telegraph.co.uk

Mitos Seputar Kehamilan – www.telegraph.co.uk

Mitos 2: Pil KB membuat tubuh gemuk

Faktanya: Hormon estrogen yang ada dalam pil KB dapat mengikat garam dan cairan tubuh, sehingga bisa menyebabkan penambahan berat badan. Tetapi pil KB modern tidak memberikan efek kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan sering terjadi karena wanita merasa aman tidak akan mengandung atau terjadi perubahan pola makan.

Mitos 3: Alat kontrasepsi membuat rahim kering dan susah punya anak

Faktanya: Jika seorang wanita menghentikan pemakaian pil KB, melepas IUD (intrauterine device) atau cincin vagina maka ia akan segera kembali mengalami menstruasi dan subur seperti sebelumnya. Sedangkan untuk suntik KB, perlu beberapa waktu lebih lama (sekitar 2-6 tahun) hingga sang wanita kembali subur.

Mitos 4: Pil KB atau Pil Kontrasepsi Darurat Bisa Dipakai Untuk Aborsi

Faktanya: Hal ini sama sekali tidak benar, pil KB atau pil kontrasepsi darurat (pil kondar) tidak dapat dipakai sebagai obat untuk menggugurkan kandungan. Pil KB atau pil kondar memang tidak disarankan untuk ibu hamil, tetapi hal itu bukan berarti kedua pil tersebut bisa dipakai untuk aborsi. Ada pil lain yang dipakai dokter untuk menggugurkan kandungan karena alasan medis.

Mitos 5: IUD Atau Spiral Dapat Bergeser Dan Menyebabkan Radang Panggul

Faktanya: IUD adalah alat kontrasepsi berukuran 3 cm yang diletakkan dalam rahim, biasanya disebut KB spiral. Tidak benar jika IUD dapat bergeser, tetapi pemakainya harus melakukan pemeriksaan rutin (biasanya sebulan sekali untuk memeriksa benang). Tidak benar juga jika IUD menyebabkan radang panggul, karena radang panggul disebabkan infeksi pada saluran rahim atau bagian lain organ reproduksi. Walaupun begitu, pemakai IUD lebih berisiko mengalami radang panggul dibanding yang

tidak memakai. Jika Anda memakai IUD, pastikan selalu melakukan pemeriksaan rutin.

Mitos 6: Jika Hamil Saat Masih Memakai IUD, Akan Tertempel pada Bayi

Faktanya: Tingkat efektivitas IUD untuk mencegah kehamilan adalah 99,4 persen, angka ini memang lebih rendah dibandingkan pil KB yang mencapai angka 99,7 persen. Karena itu, kemungkinan untuk hamil tetap ada. Jika seseorang mengandung saat masih memakai IUD, bidan atau dokter akan segera mengeluarkan IUD.

Alat Tes Kehamilan - hellosehat.com

Alat Tes Kehamilan – hellosehat.com

Mitos 7: Implan Atau Susuk KB Bisa Bergeser Saat Sudah Dipasang

Faktanya: Implant atau lebih dikenal sebagai susuk KB adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam lengan bagian atas. Implant adalah kontrasepsi jangka panjang yang dapat mencegah kehamilan hingga 4 tahun. Tidak benar mitos yang mengatakan bahwa susuk KB dapat bergeser setelah dipasang.

Mitos 8: Wanita Tidak Akan Hamil Saat Menyusui

Faktanya: Wanita baru melahirkan atau sedang menyusui masih dalam proses penyesuaian hormon dengan sendirinya. Beberapa wanita bahkan tidak mengalami menstruasi beberapa bulan. Memang, wanita yang sedang menyusui tidak sesubur wanita dalam keadaan biasa, tetapi bukan berarti kemungkinan untuk hamil tidak ada. Anda tidak akan pernah tahu kapan tubuh mulai melepas sel telur dan mengalami masa ovulasi pada saat menyusui. Sehingga Anda tetap bisa hamil walaupun sedang menyusui.

Mitos 9: Pil KB Membuat Wajah Berjerawat dan Berminyak

Faktanya: Beberapa wanita memang mengalami perubahan setelah mengkonsumsi pil KB, misalnya jerawat makin banyak, wajah berminyak, rambut lepek atau tubuh lebih berbulu. Beberapa wanita lain justru melaporkan wajah lebih halus setelah menggunakan pil KB. Hal ini dapat disebabkan karena respons tubuh pada hormon yang ada dalam pil KB. Jika Anda menemui gejala negatif, segera konsultasikan pada dokter atau bidan.

Itulah beberapa mitos seputar alat kontrasepsi atau alat KB. Untuk mengetahui mana alat KB yang paling cocok untuk Anda, konsultasikan pada bidan atau dokter, bicarakan juga penyakit apa yang pernah Anda derita, karena hal itu penting untuk memilih alat KB terbaik.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: