Alasan Pribadi Seseorang Memutuskan Tidak Memiliki Anak

Tidak Mau Memiliki Anak - (Sumber: stylesweekly.com) Tidak Mau Memiliki Anak - (Sumber: stylesweekly.com)

Sesaat setelah menikah, begitu banyak pertanyaan yang sederhana maupun rumit justru datang bersamaan. Topik yang sangat serius mulai muncul dengan frekuensi yang lebih besar. “Apakah Anda berpikir untuk menetap di daerah itu?” “Ada rencana untuk membeli rumah?”

Akan tetapi ada satu pernyataan paling menggelitik yang ditanyakan dalam frekuensi yang teramat sering oleh orang yang mengetahui bahwa Anda telah menikah dan dianggap oleh beberapa pasangan sebagai hal yang menakutkan adalah: “Jadi, kapan kalian berdua akan memiliki anak?”

Pasangan Suami Isteri - (Sumber: jordankranda.com)

Pasangan Suami Isteri – (Sumber: jordankranda.com)

Mengapa dianggap menakutkan? Karena kebanyakan pasangan memilih untuk menunda atau memutuskan untuk tidak memiliki anak. Bagi sebagian orang, hal itu disebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi dan ketidakpastian tentang masa depan. Orang lain mungkin menyebutkan betapa sulitnya membesarkan seorang anak di zaman sekarang ini, dengan ancaman di sekitar – baik yang nyata maupun yang dibayangkan.

Dalam budaya Indonesia, dapat dikatakan jika rumah tangga tidak akan komplit tanda adanya kehadiran anak. Bahkan dalam suku atau ras tertentu, memiliki anak berjenis kelamin pria itu dianggap suatu keharusan. Budaya tersebut sangatlah jauh berbeda dengan masyarakat barat, utamanya Eropa. Dalam pandangan mereka, memiliki anak merupakan tantangan dan tanggung jawab yang besar. Sehingga apabila mereka tidak siap dengan adanya anak, mereka lebih memilih untuk tidak memiliki keturunan atau paling tidak menunda untuk memiliki anak.

Mungkin ini perubahan iklim global, dan ketakutan bahwa anak-anak Anda akan tinggal di neraka pasca-apokaliptik. Ada stereotip yang lelah dan salah bahwa feminis membenci anak-anak dan tidak menginginkan keluarga. Salah seorang bernama Beberapa orang yang mengaku sebagai feminis bisa mendamaikan ini dengan pikirannya sendiri. Tapi secara umum, keputusannya untuk tidak memiliki anak tidak bersifat politis. Ini sangat pribadi.

Ada beberapa alasan dari mereka yang memutuskan untuk tidak memiliki anak adalah karena tidak menyukai anak-anak. Namun bukan berarti membenci anak-anak, mereka hanya merasa tidak nyaman di sekitar anak-anak. Mereka kerap mengaku tidak tahu bagaimana cara berbicara ataupun berkomunikasi dengan anak-anak yang terdapat di sekeliling. Hingga tak jarang anak-anak dianggap agak mengganggu mereka.

Tidak Mau Memiliki Anak - (Sumber: stylesweekly.com)

Tidak Mau Memiliki Anak – (Sumber: stylesweekly.com)

Para orangtua lainnya sering berkata, “Oh, ini berbeda bila mereka milik Anda!” Ketika mereka milik Anda, Anda akan menyukai mereka, kata mereka. Semua frustrasi dan kecanggungan itu akan hilang, dan Anda akan tiba-tiba menghargai anak Anda melalui keajaiban transmisi DNA, hormon, berbagi darah. Dan mereka yang dalam keputusannya enggan memiliki anak sangat  yakin itu benar untuk beberapa orang. Tapi ada kenyataan gelap yang jarang diucapkan lantang. Bagi sebagian orang, itu tidak berbeda saat mereka menjadi milikmu,”.

Sebagai seorang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak, mungkin sering mendengar beberapa orang lainnya yang berpikiran bahwa tidak memiliki anak adalah tindakan yang egois – bahwa itu adalah penghinaan tanggung jawab, berdasarkan keinginan memiliki banyak kebebasan lainnya. Tapi ia menganggap bahwa hal itu adalah pilihan dari dua kemungkinan: Bahwa ia mungkin punya anak dan menyesalinya, atau bahwa ia mungkin tidak memiliki anak dan menyesalinya. Akan tetapi sebuah keputusan untuk tidak memiliki anak tidak bisa ia tarik kembali.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: