Alasan Pentingnya Membangun Attachment Sejak Dini Pada Anak

Gaya, kelekatan, lekat, attachment, attachment style, membangun, orang tua, anak, interpersonal, intrapersonal, berhubungan, hubungan, diri sendiri, orang lain, komunikasi, pola, aspek, manfaat, bentuk, keterikatan, emosi, individu, aman, dilindungi, intens, kasih sayang, bentuk, tipe Ilustrasi: aktivitas bersama orang tua-anak, salah satu cara membangun attachment

Setiap orang memiliki cara bagaimana untuk menjalin interpersonal maupun intra personal. Memahami gaya kelekatan Anda bisa sangat membantu dalam mengatasi pergulatan emosi. Hal ini memungkinkan Anda untuk melihat lebih dari sekadar konten masalah – seperti apa yang Anda takutkan atau bagaimana berkomunikasi lebih baik dalam suatu – dan mempertimbangkan bagaimana cara Anda berhubungan dengan orang-orang mungkin memainkan peran.

Apa Itu Attachment

Attachment atau kelekatan adalah suatu bentuk keterikatan emosi antara satu individu dengan individu lain. Ketika seseorang telah lekat dengan orang lain, ia akan merasa aman, terlindungi, dan terpenuhi kebutuhan afeksinya. Kelekatan ini bersifat menetap, intens, dan terus menerus. kelekatan merupakan bentuk pencarian kedekatan seseorang dengan orang lain. Kelekatan ada agar seseorang mampu bertahan hidup, karena dalam kelekatan ada rasa aman dan terpenuhinya kebutuhan dari figur yang dilekatkan.

Sejak lahir, orang melihat diri mereka melalui mata pengasuh mereka dan memulai petualangan seumur hidup dalam hubungan. Meskipun setiap hubungan baru membawa peluang untuk perubahan dan pertumbuhan, tahun-tahun awal menetapkan dasar bagi bagaimana mereka berpikir tentang diri mereka sendiri dan orang lain.

Aspek dan Pola Kelekatan

Cara berhubungan tiap individu dapat diklasifikasikan menjadi empat pola lekat dasar.

Secure attachment style

Individu dengan pola ini digambarkan sebagai individu yang mempunyai harga diri dan kepercayaan interpersonal yang tinggi, mempunyai pandangan yang positif tentang dirinya dan orang lain, serta mampu membuat hubungan interpersonal berdasarkan rasa saling percaya.

Gaya, kelekatan, lekat, attachment, attachment style, membangun, orang tua, anak, interpersonal, intrapersonal, berhubungan, hubungan, diri sendiri, orang lain, komunikasi, pola, aspek, manfaat, bentuk, keterikatan, emosi, individu, aman, dilindungi, intens, kasih sayang, bentuk, tipe

Ilustrasi: komunikasi antara dan

Orang-orang ini berhubungan positif dengan diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka melihat diri mereka sebagai orang yang baik dan menyenangkan. Dengan harapan bahwa orang lain yang penting dalam hidup mereka akan peka terhadap mereka, mereka beralih ke koneksi tersebut untuk kenyamanan dan dukungan selama masa-masa sulit secara emosional. Secara umum, orang-orang yang terikat aman merasa bahagia dalam diri mereka dan dalam hubungan mereka.

Fearful-avoidant attachment style

Individu dengan pola ini mempunyai pandangan yang negatif tentang diri sendiri dan orang lain, mereka menghindari penolakan dengan cara menghindari hubungan dekat dengan orang lain.

Orang-orang ini tidak memiliki siapapun ketika mereka tertekan. Mereka merasa tidak dapat membantu diri sendiri karena mereka menganggap diri mereka terlalu cacat untuk mengelola perjuangan mereka. Meskipun mereka ingin merasa diterima dan dicintai, mereka juga merasa orang lain tidak responsif atau tidak peduli. Hidup mereka sering merasa seperti serangkaian upaya yang gagal untuk membantu diri mereka sendiri atau menjangkau orang lain untuk peduli.

Preoccupied-anxious attachment style

Individu dengan pola ini mempunyai pandangan yang negatif tentang diri sendiri, tetapi masih mengharap orang lain menerima dan mencintai dirinya. Sehingga, individu dengan tipe ini masih berusaha membuat hubungan dengan orang lain. Namun, di dalam hati mereka takut ditolak.

Meskipun orang-orang dengan gaya keterikatan yang sibuk menganggap orang lain dapat mendukung, keraguan mereka tentang kelayakan mereka sendiri membuat mereka khawatir banyak tentang ditolak. Mereka sering disibukkan dengan kekhawatiran tentang apa yang orang lain pikirkan tentang mereka, dan mereka memiliki kebutuhan yang sangat kuat untuk kedekatan. Mengingat ketakutan mereka akan penolakan, mereka dapat melekat dan sering mencari validasi dan persetujuan.

Gaya, kelekatan, lekat, attachment, attachment style, membangun, orang tua, anak, interpersonal, intrapersonal, berhubungan, hubungan, diri sendiri, orang lain, komunikasi, pola, aspek, manfaat, bentuk, keterikatan, emosi, individu, aman, dilindungi, intens, kasih sayang, bentuk, tipe

Ilustrasi: komunikasi untuk menenangkan anak (sumber: youngminds.org.uk)

Dismissive attachment style

Individu dengan pola ini mempunyai karakter positif dalam memandang diri sendiri, merasa berharga dan mandiri, dan merasa pantas untuk mendapat atau membuat hubungan dekat dengan orang lain.

Orang dengan gaya keterikatan ini melihat orang lain secara emosional tidak tersedia, sehingga mereka sangat mandiri. Mereka cenderung berpikir positif tentang diri mereka sendiri dan meminimalkan emosi mereka ketika menghadapi tantangan. Dalam hubungan mereka, mereka cenderung menjaga jarak emosional, sering menyembunyikan atau menekan perasaan mereka

Penting untuk memahami bahwa setiap gaya hanyalah deskripsi umum dan sejauh mana Anda cocok dengan deskripsi tertentu akan bergantung pada tempat Anda jatuh pada dimensi dan penghindaran. Selain itu, meskipun Anda memiliki gaya keterikatan tertentu, itu dapat berubah seiring waktu – dengan pengalaman – dan dapat berbeda di berbagai bidang kehidupan Anda atau dalam hubungan yang berbeda.

Pentingnya Attachment Style

Anak yang mendapatkan kasih sayang dan dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi manusia yang sehat baik jiwa dan raganya serta tangguh, begitulah pendapat dari psikolog Ratih Ibrahim. Sayangnya beberapa orangtua sering melupakan dan menyepelekan membangun attachment atau kelekatan dengan anak mereka.

Ketika anak tumbuh tanpa mendapatkan banyak kasih sayang dari orangtuanya, saat dewasa dia bisa merasakan hidupnya penuh masalah. Hal ini sesuai dengan pengalaman Ratih yang sudah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai psikolog profesional.

Dasar dari attachment ini, dijelaskan Ratih lagi, karena adanya kebutuhan naluriah makhluk hidup untuk berlindung, mendapatkan rasa aman, nyaman. Ratih melihat, makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan saja bisa membangun kedekatan dengan induknya, jadi kenapa tidak dengan manusia yang merupakan ciptaan Tuhan paling sempurna.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan kenapa dia sangat peduli pada masalah pemberian attachment untuk anak sejak dini. Hal itu karena anak yang mendapatkan kasih sayang dan cinta dari orangtuanya akan tumbuh menjadi manusia yang utuh, sehat jiwa dan raganya, tangguh dan waras.

Menurut Ratih, memang selama ini attachment terkesan tidak ada manfaatnya. Padahal attachment itu pentingnya senilai dengan kehidupan itu sendiri. Apa bentuk konkrit dari hasil attachment ini? Ratih melihat hasil attachment yang baik akan terlihat pada perilaku seseorang sejak dia masih sangat muda. Orang tersebut tumbuh menjadi manusia yang bahagia, percaya diri, penuh kasih sayang, peduli, mudah berteman, tidak mudah uring-uringan, rewel, judes dan galau.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: