Alasan Mengapa Semakin Banyak Wanita Enggan Punya Anak

Alasan, wanita, pria, tidak, mau, enggan, punya, anak, keturunan, takut, hamil, melahirkan, emosi, stabil, karir, ibu, khawatir, manusia, dampak, lingkungan, status, sosial, perkembangan, momen, keluarga, pasangan, kehidupan, beban, logis, bayi, kebutuhan, rumah tangga, Ilustrasi: tes kehamilan

Beberapa periode ini, orang semakin tidak yakin tentang anak-anak, dan tingkat kesuburan AS dan Eropa berada pada titik terendah sepanjang waktu. Menurut penelitian Pew Research Center, 1 dari 5 orang akan tetap tidak memiliki anak. Itu berlipat ganda sejak tahun 1970-an.

Ketidakpastian lebih tinggi di kalangan wanita daripada pria. Perempuan tidak hanya ingin menunda bayi; mereka justru tidak menginginkannya sama sekali. “Memiliki anak-anak pernah dianggap sebagai kebutuhan bagi setiap wanita, tetapi beberapa tahun terakhir telah menunjukkan tren yang bergeser,” tulis Leigh Weingus.

Seperti halnya yang ditulis Bryce Covert, bahwa pria menginginkan anak-anak – namun wanita tidak begitu yakin. “Dalam sebuah survei nasional yang mewakili orang-orang yang tidak memiliki anak pada tahun 2011, lebih banyak pria daripada wanita yang mengatakan mereka menginginkan anak-anak. Jajak pendapat lain dari 2013 menggemakan temuan itu, dengan lebih dari 80 persen pria mengatakan mereka selalu ingin menjadi ayah atau setidaknya mereka akan merasakannya suatu hari nanti. Hanya 70 persen wanita merasakan hal yang sama.”

Ada berbagai alasan mengapa perempuan memilih dengan sengaja untuk tidak memiliki anak. Ada yanv karena pertimbangan kemajuan karier, ada karena merasa tidak memiliki perasaan keibuan, atau juga karena khawatir atas semakin banyaknya manusia di bumi dan dampaknya terhadap lingkungan. Dan juga dalam beberapa puluh tahun terakhir, perempuan di negara maju semakin sedikit dalam jumlah anak yang dilahirkan.
Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang tidak memiliki anak di kelompok usia 45-49 tahun adalah 14 persen di tahun 2006. Angka ini naik dari 11 persen di tahun 1996 dan 9 persen di tahun 1986.

Alasan Wanita Enggan Punya Anak

Takut hamil dan melahirkan

Ilustrasi: ketakutan akan prosedur melahirkan (sumber: coloresadoption.com)

Hal tersebut bisa menjadi alasan kenapa wanita enggan untuk punya anak. Ada ketakutan saat hamil apalagi melahirkan. Mereka yang mengutamakan penampilan juga takut akan dampak kehamilan dan melahirkan pada perubahan tubuh. Badan yang semakin melar, payudara yang kendur, dan stretch mark yang nanti membekas di perut mereka. Sedangkan bagi yang lainnya, melahirkan adalah ketakutan yang paling menghantui. Harus merasakan sakit yang berpuluh atau ratusan kali lipat dari yang pernah mereka rasakan, atau bahkan bertaruh nyawa untuk melahirkan sang anak. Mereka takut akan hal itu.

Khawatir tak bisa jadi ibu yang baik

Anak-anak sekarang hidup di zaman kompetitif. Mereka diajarkan untuk selalu terdepan dan memiliki inovasi. Anggapan tentang ‘ibu yang baik’ bermunculan, ketika anak meraih prestasi. Orang-orang akan memuji orang tuanya dalam hal mendidik. Begitu juga ketika anaknya nakal, maka orang-orang akan menyalahkan orang tuanya. Ketika memilih untuk tidak memiliki anak, maka perempuan tidak perlu takut dengan anggapan itu.

Secara emosi tidak siap

Menjadi ibu rumah tangga atau pekerja sama-sama memiliki tingkat stress tertentu. Berdasarkan data NICHD Study of Early Child Care and Youth Development (SECCYD), menjadi orang tua berarti kita harus memfokuskan pada aspek kesehatan mental, menangani konflik antara pekerjaan dan keluarga, terlibat dalam perkembangan anak di sekolah, dan sensitivitas lain mengenai parenting. Jika tingkat emosi seseorang belum siap, ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan keluarga dan kognitif anak. Maka memilih untuk tidak memiliki anak mungkin adalah hal yang masuk akal.

Ingin memaksimalkan kehidupan sosial

Keintiman dan keharmonisan rumah tangga yang diiringi kehidupan sosial yang memuaskan, akan membuat kehidupan menjadi lebih bahagia. Setelah menikah, biasanya akan ada perubahan dalam kehidupan sosial. Memiliki tanggung jawab baru seperti punya anak bukanlah hal mudah, karena ini menimbulkan adanya batasan pada kehidupan sosial, seperti tidak bisa terlalu sering lagi berkumpul bersama teman.

Takut menambah beban

Ilustrasi: ibu merasa menyesal telah punya anak (sumber: closeronline.co.uk)

Entah karena pengalaman atau terlalu paranoid, mereka yang enggan punya anak beralasan bahwa hadirnya sang buah hati hanya akan menambah permasalahan hidup mereka. Untuk saat ini saja, hidup mereka pas-pasan. Mungkin ada yang bekerja siang malam agar bisa terus menyambung hidup. Belum lagi masalah yang muncul di tempat kerja, atau masalah dengan pasangan yang sering terjadi dan butuh waktu untuk diselesaikan. Sehingga ketika mereka memikirkan punya anak, mereka merasa beban hidup akan bertambah. Belum lagi masalah yang bisa saja timbul nantinya dengan kehadiran si buah hati. Ada juga yang merasa bahwa kehadiran anak akan mengubah hidupnya, padahal dia sudah merasa sempurna dengan hidupnya sekarang.

Melihat sisi positif tidak memiliki anak memang membuat perempuan berpikir dua kali untuk memiliki anak. Namun, benarkah memiliki anak itu berarti memiliki tanggung jawab yang menakutkan?

Memiliki kehidupan baru

Baca juga:  Waspada Terhadap Gangguan Thelazia Gulosa, Salah Satu Jenis Cacing Mata

Memiliki anak adalah suatu perjalanan baru sebagai perempuan. Ada kehidupan baru dan berbeda dari sebelumnya. Perjalanan tersebut sayang jika dilewatkan, karena sebagai orangtua, kita akan masuk ke dalam dunia imajinasi anak-anak, melihat perkembangannya. Saat sebagai masih muda, kita masih memiliki tenaga untuk membagi fokus pada anak. Maka tanggung jawab baru tidak seburuk itu.

Terlibat pada setiap perkembangan

Memang terkadang perempuan dihantui dengan kegagalan sebagai ibu untuk mendidik anak lebih baik. Padahal mendidik anak adalah tugas dua belah pihak. Terlibat dalam perkembangan anak dari kecil hingga dewasa bisa menjadi hal yang menakjubkan. Seperti kita menanam bunga, lalu melihat perkembangannya hingga bunga itu tumbuh mekar. Pasti akan terasa menyenangkan.

Masa depan yang tak terduga

Rasanya memang membuat cemas ketika rencana menjadi tak terduga. Memiliki anak akan membawa ke arah yang tak terduga. Sebagai perempuan, kita tidak tahu apa yang akan kita dapatkan ketika membesarkan anak.

Alasan-alasan tersebut bagi mereka yang tidak mau punya anak memang sangat masuk akal alias logis. Bagi mereka, mempunyai anak bukan lagi sebuah kewajiban atau aturan berkeluarga yang harus terus dilestarikan, tapi persoalan ini sebuah pilihan. Dan mereka telah memilih untuk tidak punya anak atau keturunan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: