Ada Bahaya dan Risiko Penggunaan Softlens, Pengguna Harus Tahu!

Bahaya, risiko, penggunaan, softlens, kontak, lensa, mata, kista, gejala, iritasi, konsultasi, dokter, diagnosis, pengobatan, kacamata, bengkak, alergi, tidur, lepas, merawat, kebersihan, sindrom, kering, merah, Konjungtivitis, sensitif, abrasi, kornea, pertimbangan, infeksi, anjuran, pemakaian, tempat, keratitis, air, medis, operasi, cuci, Ilustrasi: kontak mata meningkatkan impresi

Mata memang bisa memancarkan pesona tersendiri. Karena itu, sebagian orang enggan menyembunyikannya di balik kacamata. Lensa kontak menjadi alternatif pilihan untuk membantu penglihatan sekaligus memperindah mata. Namun, ternyata ada risiko yang mengintai di balik penggunaan softlens.

Pengguna lensa kontak disebut-sebut berpotensi terinfeksi bakteri, jamur, atau mikroba lainnya. Namun, bukan berarti Anda harus bermusuhan dengan lensa kontak. Lensa kontak merupakan salah satu peralatan medis yang paling aman ketika digunakan secara bertanggung jawab.

Dilansir dari jurnal kesehatan BMJ Case Reports, wanita yang tidak disebutkan namanya, mengaku telah kehilangan lensa kontaknya selama 28 tahun. Namun, yang mengejutkannya adalah saat sang dokter mengatakan bahwa lensa kontak tersebut berada di balik matanya. Wanita yang kini berusia 42 tahun tersebut mengira bahwa lensa matanya telah copot dan menghilang. Namun secara medis lensa tersebut telah berpindah ke bagian belakang matanya dan tidak menimbulkan gejala apapun selama bertahun-tahun.

Meski demikian, sebelum dokter menemukan lensa kontak di balik mata pasiennya, sang wanita mulai mengalami sakit dan bengkak pada bagian belakang matanya. Ukuran matanya yang kian membesar membuat dirinya tak nyaman dan segera memeriksakan penyakit tersebut. Dengan cepat mata wanita tersebut semakin membesar dan terasa sakit saat disentuh. Alhasil ia langsung dirujuk ke rumah sakit spesialis mata di NHS Teeside namun masih belum ada yang mengetahui penyebab utama penyakitnya.

Tidak ada bekas luka atau peradangan pada kelopak mata atas, hanya ada benjolan di dekat hidungnya. Hasil MRI pada mata menunjukkan ada kista di belakang mata kirinya dan harus dioperasi untuk mengangkatnya. “Pada saat pengangkatan, kista pecah dan lensa kontak keras diekstraksi,” dijelaskan dalam jurnal Medical BMJ Case Report edisi Agustus. “Itu kemudian menegaskan bahwa ini adalah lensa RGP,” juga dikenal sebagai lensa kontak gas-permeabel kaku. Itu tampaknya sepenuhnya utuh ketika ditemukan, tetapi sangat rapuh sehingga retak saat dibuang.

Selama operasi itulah dokter menyadari bahwa kista tersebut adalah lensa kontak yang mengeras. Masih belum diketahui dari mana lensa kontak berasal. Setelah mengingatnya, ia mengaku bahwa lensa kontak tersebut hilang saat bermain bulu tangkis ketika masih berusia 14 tahun.

Pada saat tengah bermain bulutangkis, ia mengaku salah satu dari lensa kontak hilang dan tidak ditemukan. Alhasil ia menganggap lensa kontaknya tersebut terjatuh. Ia menderita pembengkakan di sekitar mata disebabkan oleh lensa mata yang mulai mengeras di belakang matanya.

Risiko Penggunaan Softlens

Bahaya, risiko, penggunaan, softlens, kontak, lensa, mata, kista, gejala, iritasi, konsultasi, dokter, diagnosis, pengobatan, kacamata, bengkak, alergi, tidur, lepas, merawat, kebersihan, sindrom, kering, merah, Konjungtivitis, sensitif, abrasi, kornea, pertimbangan, infeksi, anjuran, pemakaian, tempat, keratitis, air, medis, operasi, cuci,

Memasang softlens sendiri dengan hati-hati

Jika tidak merawat kebersihan lensa kontak dengan baik, pemakainya akan lebih berisiko mengalami infeksi dan gangguan pada mata lainnya. Dilansir dari laman Alodokter, berikut ini beberapa kondisi dan hal-hal yang perlu diperhatikan pengguna lensa kontak.

Konjungtivitis

Baca juga:  Ikan Bermanfaat Untuk Tingkatkan Gairah Seksual dan Kesuburan, Benarkah?

Kondisi ini ditandai dengan lapisan paling luar mata yang menjadi merah. Konjungtivitis atau ‘mata merah’ bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi dari lensa kontak. Selain merah, mata juga menjadi berair

Keratitis

Keratitis merupakan peradangan pada kornea mata. Penyebabnya antara lain cedera ringan akibat penggunaan lensa kontak terlalu lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit akibat proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar. Menggunakan lensa kontak terus-menerus, saat berenang atau menggunakan air untuk membersihkan lensa kontak dapat meningkatkan risiko terkena keratitis.
Gejala keratitis berupa mata merah, terasa perih, sulit membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, dan terasa seperti ada sesuatu di dalam mata. Jika tidak segera diobati, keratitis dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.

Sindrom Mata Kering

Baca juga:  Rangkaian Produk Garnier Untuk Memutihkan Wajah Pria

Menggunakan lensa kontak terlalu lama, atau berada di ruangan dengan pendingin, dan mengabaikan petunjuk penggunaan lensa kontak dapat memicu sindrom mata kering.
Sindrom mata kering merupakan kondisi umum ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau air mata menjadi terlalu cepat kering. Hal ini memicu peradangan dan iritasi pada mata. Pada tahap yang tidak serius, Anda dapat memberikan tetes mata. Namun pada tahap serius, Anda mungkin membutuhkan penanganan medis.

Kondisi ini bisa terjadi pada kedua mata dan memiliki beberapa gejala, antara lain mata merah, mata terasa kering, berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari, penglihatan buram yang dapat membaik bila mengedipkan mata, sulit membuka mata ketika bangun tidur.

Abrasi Kornea

Lensa kontak yang kotor dapat menyebabkan kornea mata tergores atau abrasi. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan menetap.
Jika Anda tidak cocok untuk menggunakan lensa kontak, sebaiknya jangan memaksakan diri. Pakailah kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mata, dan kenyamanan Anda. Selain itu, jagalah selalu kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin untuk mata, serta cukup istirahat.

Pertimbangan Sebelum Memakai Softlens

Bahaya, risiko, penggunaan, softlens, kontak, lensa, mata, kista, gejala, iritasi, konsultasi, dokter, diagnosis, pengobatan, kacamata, bengkak, alergi, tidur, lepas, merawat, kebersihan, sindrom, kering, merah, Konjungtivitis, sensitif, abrasi, kornea, pertimbangan, infeksi, anjuran, pemakaian, tempat, keratitis, air, medis, operasi, cuci,

Memakai softlens untuk meningkatkan penampilan

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memakai kontak lensa:

  • Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu. Pilihlah jenis lensa kontak yang paling sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan Anda dan arahan dari dokter.
  • Rawatlah lensa kontak Anda dengan menjaga kebersihannya, baik saat menggunakan maupun menyimpan. Perhatikan petunjuk penggunaan lensa. Selain itu, jagalah kebersihan tangan Anda dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah memasang lensa kontak.
  • Bila Anda ingin berdandan, sebaiknya kenakan lensa kontak terlebih dahulu.
  • Lepaskan lensa kontak sebelum tidur dan sebelum berenang untuk mengurangi risiko iritasi dan infeksi.
  • Hindari kebiasaan merokok, karena para perokok lebih berisiko mengalami infeksi mata ketika menggunakan lensa kontak.
  • Jangan berbagi lensa kontak dengan orang lain.
  • Ganti lensa kontak Anda secara teratur sesuai anjuran dokter atau aturan pemakaian merek lensa kontak Anda.
  • Cuci dan bersihkan lensa kontak Anda secara teratur dengan cairan pembersih yang tepat.
  • Jangan menggunakan ulang cairan pembersih yang telah digunakan atau sudah
  • Bersihkan tempat penyimpan lensa kontak secara teratur dengan sikat dan cairan lensa kontak.
  • Jangan membersihkan lensa kontak dengan air liur atau air keran.

Jika Anda mengalami gejala iritasi atau infeksi pada mata, segera lepaskan lensa kontak mata segera. Simpan lensa kontak pada tempat yang benar dan bersih. Periksakan diri ke dokter mata untuk mendapat diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: