Ciri-Ciri Sindrom Asperger & Autisme Pada Anak Dan Balita

sindrom, asperger, autisme, anak, balita, autisme, ciri-ciri, awal, metode, khusus, kasus, perawatan, bervariasi, kebutuhan, interaksi, sosial, usia, 0-3, tahun, gangguan, perkembangan, mental Ilustrasi keluarga kecil (sumber: focusonthefamily.ca)

Dalam masyarakat, mungkin Anda pernah menemui yang memiliki kecerdasan rata-rata, cepat menguasai bahasa dan kosakata baru, mampu menghafal berbagai hal dengan detail. Ciri seperti itu bisa jadi merupakan pertanda tersebut mengidap sindrom Asperger. dengan ciri itu biasanya memang sangat cerdas dan berbakat, namun pemalu. Tetapi, mereka susah berinteraksi dengan orang lain. Keadaan itu berbeda dengan autisme.

Sindrom Asperger

Penderita Asperger biasanya tidak memiliki kesulitan dalam belajar atau memproses informasi. Penderita sindrom tersebut umumnya bisa menjalani fungsi dan aktivitas sehari-hari dengan baik, meskipun membutuhkan penyesuaian tertentu.

Untuk memastikan apakah balita atau anak Anda mengidap sindrom Asperger, bisa dilihat dari tanda-tanda awal dan yang tampak. Hal itu memungkinkan Anda sebagai orang tua untuk dapat menentukan pengelolaan yang tepat atas kondisi tersebut.

Di Indonesia sendiri, belum ada data pasti yang menunjukkan prevalensi sindrom Asperger. Namun, rata-rata di seluruh dunia ada 4 dari 1.000 orang yang mengidap sindrom ini dan kebanyakan pengidapnya adalah laki-laki.

Sindrom tersebut berbeda dengan autisme, walaupun masih dalam spektrum autisme. Ciri-ciri yang ditunjukkan oleh pengidap Asperger dan autisme sangat mirip, tetapi Asperger dianggap sebagai bentuk autisme ringan.

Sindrom Asperger sudah bisa dideteksi gejalanya sejak anak menginjak usia 3 tahun. Namun, beberapa orang baru akan menunjukkan gejalanya saat memasuki usia sekolah, remaja, bahkan dewasa. Mereka yang mengidap sindrom Asperger mengalami gangguan perkembangan . Hal ini mengakibatkan persepsi dan pola pikir yang berbeda dengan orang kebanyakan. Penyebab pastinya belum ditemukan hingga saat ini, tetapi para percaya bahwa pemicunya antara lain faktor lingkungan dan genetik.

Diagnosis untuk sindrom Asperger bisa ditegakkan setelah atau spesialis melakukan serangkaian tes dengan instrumen tertentu. Namun, umumnya mereka yang mengidap Asperger akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini.

Ciri-Ciri Sindrom Asperger

sindrom, asperger, autisme, anak, balita, autisme, ciri-ciri, awal, metode, khusus, kasus, perawatan, bervariasi, kebutuhan, interaksi, sosial, usia, 0-3, tahun, gangguan, perkembangan, mental

Ilustrasi anak dengan sindrom asperger (sumber: todayparents.com)

Gangguan Berkomunikasi
Orang atau anak yang memiliki gangguan Asperger akan menunjukkan kesulitan berkomunikasi. Meskipun kemampuan berbahasa mereka sangat piawai, mereka biasanya mengartikan segala hal secara harfiah atau makna sesungguhnya.

Mereka kesulitan mengartikan serta mengekspresikan hal-hal yang sifatnya abstrak atau bermakna ganda. Orang yang mengidap Asperger juga cenderung memotong pembicaraan orang lain yang dia anggap berputar-putar atau bertele-tele. Dia sendiri biasanya akan berbicara secara lugas dan jujur, bahkan kadang terlalu jujur bagi orang-orang yang tidak memahami kondisinya.

Gangguan Interaksi Sosial
Selain masalah dalam berkomunikasi, orang yang mengidap Asperger juga bermasalah dalam interaksi sosial. Karena mereka kerap merasa berbeda dari orang lain dan kesulitan memahami atau dipahami dalam masyarakat, mereka cenderung menarik diri dari pergaulan. Ketika masih kanak-kanak, mereka sering mendapat teguran karena berlaku tidak sopan. Padahal, mereka tak bermaksud untuk menyinggung orang lain. Mereka hanya kesulitan untuk memahami norma sosial atau common sense yang biasanya tidak bisa dijelaskan dengan nalar.

Autisme

Selain sindrom Asperger, dari usia balita dan anak-anak, orang tua bisa saja mengamati gejala autisme. Apa itu autisme? Autisme adalah kondisi perkembangan yang memengaruhi bagaimana anak-anak berinteraksi dengan orang lain dan dunia di sekitar mereka. Ini sering didiagnosis sekitar usia empat tahun, jadi penting untuk mengetahui tanda-tanda awal yang harus dicari pada dan balita.

Intervensi sejak dini dapat berpengaruh secara drastis untuk anak dan keluarga mereka, yang berarti lebih mungkin untuk merespons yang dapat mengubah jalannya autisme. Sayangnya, saat ini tidak ada tes yang dapat mendiagnosis autisme pada anak-anak, sehingga mendeteksi autisme bergantung pada pengamatan yang cermat.

Ciri-Ciri Autisme

sindrom, asperger, autisme, anak, balita, autisme, ciri-ciri, awal, metode, khusus, kasus, perawatan, bervariasi, kebutuhan, interaksi, sosial, usia, 0-3, tahun, gangguan, perkembangan, mental

Ilustrasi anak dengan autis (sumber: todayparents.com)

Menurut dr. Eva Suryani, Sp.KJ, autisme bisa didiagnosis pada anak dengan rentang usia 0-3 tahun. Setidaknya ada tiga tanda-tanda penting untuk mendeteksi autisme. Pertama adalah kesulitan bahasa (bicara), interaksi sosial dan melakukan gerakan terbatas serta pengulangan. Anak yang memiliki gangguan autisme biasanya tidak merespons ketika namanya dipanggil, lebih suka menyendiri, tidak suka dipeluk, tidak ada kontak mata, serta sering melakukan gerakan berulang-ulang.

Kendati demikian, menurut dr. Eva, masih ada penderita autisme yang didiagnosis di luar rentang usia tersebut. Diagnosis yang terbilang terlambat itu dinilai karena beberapa faktor, seperti keterbatasan informasi hingga harga pelayanan kesehatan. Di sisi lain, dr. Eva mengingatkan bahwa diagnosis autisme anak sejak dini bisa bermanfaat bagi para orangtua. Jika sudah bisa dikenali sejak dini, penanganannya juga bisa lebih awal.

Secara umum, autisme memiliki gejala yang bisa menjadi petunjuk awal seperti belum mulai mengoceh (walaupun belum berupa kata dan tidak dapat dimengerti) pada usia 1 tahun belum melakukan gerakan tangan seperti menunjuk, melambai, atau menggenggam pada usia 1 tahun, tidak bisa mengucapkan satu kata (misal mama atau papa) pada usia 16 bulan belum bisa mengucapkan 2 frase kata (misal mimik susu) pada usia 2 tahun.

Gejala awal lainnya yang bisa dicermati antara lain kecenderungan berlebihan menyusun mainan atau benda dalam garis lurus, si kecil tidak menunjuk bila ingin sesuatu atau tidak menarik tangan orang lain untuk menunjuk keinginannya. Ditambah pula dengan hilangnya kemampuan bicara atau interaksi sosial yang sebelumnya dimiliki anak atau balita pada usia berapapun.

Mengobati autisme atau sindrom Asperger bisa dilakukan dengan tenaga profesional. Misalnya saja untuk autisme. Dikatakan tidak ada khusus untuk merawat anak dengan kondisi seperti itu, karena tergantung kepada kasus masing-masing. Jenis bervariasi, tergantung anak Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: